Minggu, 02 Desember 2007

koreksi huruf mandarin

yup...
mau mengkoreksi ejaan dari huruf mandarin di awal...
pada posting sebelumnya disebutkan " ai lai di tin ta pu sou wan"
yang perlu dikoreksi yaitu kata di dan tin menjadi li ting dan seluruhnya dibaca menjadi "ai lai li ting ta pu sou wan"....

Selasa, 20 November 2007

Kemasan dan Warna

Sedikit tambahan tentang warna dan bentuk kemasan Aladina.
Setelah mencari bahan kami menemukan pembahasan dari saudara Fidel Bustami yang berasal dari Bidang Komunikasi dan Pendidikan Masyarakat Coremap tentang bentuk kemasan serta makna yang terdapat didalamnya berserta dengan warna yang digunakan. Kami memotong beberapa bahasannya yang berkaitan dengan desain kemasan yang sedang kami bahas yaitu Aladina.
Pembahasanya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu
Dari bentuk dasar kotak : - keteraturan, logis, keamanan
                                              - dasar dari objek 3 dimensi yang berarti berat, massa dan kepadatan.
         penambahan bentuk lingkaran juga memberikan kesan presepsi kehangatan dan rasa          aman. Dalam hal ini berupa lambang untuk jamu dan juga gorilla.
Dari warna yang digunakan : - Merah ( energi, power, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya )                                                       yang bila dikombinasikan dengan warna putih akan memiliki                                                       makna bahagia dalam budaya oriental.
                                                   - Biru ( kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi,                                                       kebersihan, keteraturan ) yang menjadi warna dasar dari Aladina
                                                   - Kuning ( optimis, harapan, kepercayaan ) yang terdapat pada                                                       jahe dan gambar sang Budha sendiri.
                                                   - Hijau ( alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan ) yang                                                       mendapat sedikit prosi dalam desain kemasan Aladina.
Dari jenis warna yang digunakan juga memberikan kesan yang berbeda seperti warna biru                   pastel pada budaya Korea dianggap sebagai tanda kepercayaan.
Yang bisa disimpulkan sekaramg adalah semua pembahasan yang tertulis diatas merupakan penggambaran / penjelasan yang memang mewakili image Aladina sendiri yang terdiri dari berbagai macam warna yang juga merupakan simbol dari pencampuran yang ada.
Untuk sementara ini yang bisa kami simpulkan dulu.
Tunggu posting selanjutnya y !!!

arti huruf mandarin

ternyata sudah diposting keterangan mengenai huruf mandarin yg terdapat pada kemasan aladina ini. mungkin akan diberikan tambahan karena data yg saya dapatkan dari ichong (paman) yang memang berasal dari Taiwan dan bisa tulisan dan huruf mandarin sedikit berbeda dari data teman saya yg sebelumnya.

kalimat di depan dibacakan sebagai : wan sou pu ta tin di lai ai (baca dari kanan ke kiri menjadi ai lai di tin ta pu sou wan).
ai lai di tin itu merupakan nama produknya sendiri yaitu A-la-di-na.
secara keseluruhan kalimat tersebut intinya mengatakan bahwa dengan meminum obat ini maka dapat panjang umur.

bagian belakang ;

atas horisontal : wan tje li pu chin pu ( bacanya dibalik juga menjadi pu chin pu li tje wan).
pu : menambah
chin : segar
li : tenaga
tje wan : paling bagus
keseluruhannya diartikan menjadi obat ini paling bagus, menambah segar dan menambah tenaga. Misalkan setelah cape dengan minum obat ini maka akan menjadi merasa segar dan bertenaga kembali.

vertikal kanan : kau chi pu phin ( atas ke bawah )
kau chi : bagus
pu phin : pil/ kapsul / obat
keseluruhannya diartikan menjadi obat / kapsul yang paling baik/ bagus/ berkhasiat

vertikal kiri : fu fa lei shiang ( atas ke bawah )
secara keseluruhan diartikan bhawa aturan dosis pemakaian obat ini berada di dalam kemasan.


itu data yang saya dapat dari ichong (paman) saya. karena bahasa indonesianya juga masih kurang bagus, dibantu juga dengan kenalan ichong saya yang membantu menerjemahkannya ke dalam bahasa indonesia. pengejaan yang benarpun belum pasti sekali. namun secara garis besar demikianlah arti dari huruf mandarin yg ada pada kemasan ini.

mungkin nanti akan saya lengkapi datanya dan mengoreksi jikalau ada kesalahan dalam pengejaan kalimatnya..
gambarnya dapat dilihat di posting sebelumnya karena ada kesulitan dalam pemasukan gambar saat ini.

Senin, 19 November 2007

Tulisan Mandarin pada Kemasan

Akhirnya saya dapat mengetahui arti tulisan mandarin dari kemasan dari apo saya yang mengerti bahasa mandarin.

1. Pada halaman depan kemasan bagian bawah terdapat delapan huruf mandarin yang dibaca sbb:

* wan sou pu ta ting li lai ai

arti kalimat tersebut (dibaca dari kanan ke kiri) kira-kira adalah:

pakailah obat ini untuk menjadi besar, kuat dan tahan lama




2. Pada halaman belakang kemasan terdapat tiga kelompok huruf mandarin sbb:
* Pada bagian mendatar:

wan ce li pu cing pu
arti kalimat ini juga dari kanan ke kiri adalah sbb:
tambah kuat, tambah semangat seperti raja

* Pada bagian samping kiri:

fu fa nei ciang
arti kalimat ini (dibaca dari atas ke bawah) kira-kira sbb:
minumlah obat ini, bagus untuk tubuh

* Pada bagian samping kanan:
kao ci pu ping
arti kalimat ini (dibaca dari atas ke bawah) kira-kira sbb:
obat yang paling hebat dan bagus kualitasnya

Terjemahan bahasa mandarin ini saya tulis dengan ejaan cara baca Indonesia. Arti-arti kalimat ini merupakan terjemahan bebas, karena kalimat-kalimat ini bila diartikan huruf per huruf tidak akan tersusun menjadi satu kalimat yang utuh, karena ada beberapa huruf yang tidak dapat berdiri sendiri atau menjadi memiliki arti yang berbeda jika dipasangkan dengan huruf lainnya, atau beberapa huruf memiliki arti yang sama jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, namun memiliki arti dan penullisan yang berbeda dalam bahasa mandarin.

Minggu, 11 November 2007

Ehem

Posting ini hanya berupa penjelasan saja tentang jarangnya update / posting baru yg masuk. Kelompok kami sedikit mengalami hambatan dalam mengembangkan blog ini. Hambatan yang ada berupa masalah internal dan beberapa hal lainnya. Akan tetapi dengan adanya kerjasama dalam kelompok Tinjauan Desain ini maka masalah yang ada telah dibicarakan dan diupayakan penyelesaiannya. Sekian dan terima kasih.
ps: kita sedang mengambil ancang2 dalam UAS nanti, mungkin akan ada banyak tambahan sehubungan UAS yang berkaitan langsung dengan blog ini.

Selasa, 06 November 2007

Perpustakaan Nasional


Kemarin tgl 5 November 2007, saya datang ke Perpustakaan Nasional. Setibanya disana saya bingung harus masuk lewat mana. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti orang sampai masuk ke lobby. Di lobby, saya bertanya kepada bagian informasi bagaimana cara membaca buku disana. Kemudian ia menjelaskan bahwa saya terlebih dahulu harus mendaftarkan diri ke tempat pendaftaran yang ada di ada di sekitar sana.
Bagian pendaftaran di lantai 1, saya dilayani oleh bapak Adonis, ia seorang yang ramah. Setiap pertanyaan saya dijawab dengan ramah. Setelah registrasi selesai, saya mengisi daftar anggota yang ada di bagian informasi tadi. Kemudian saya diberitahukan bahwa untuk mencari buku, saya harus naik ke lantai 2.

Di lantai 2 saya bingung sekali karena buku disana sangat sedikit tidak seperti perpustakaan biasa. Saya bertanya kepada bagian layanan katalog. Disana saya dibantu oleh ibu Rini, ia sedikit galak, tapi baik. Ia meminta saya mencari buku yang dimau di katalog online yang tidak jauh dari sana.. Saya mencari tentang packaging, tapi tidak menemukannya. Kemudian saya mencari ttg jamu. Saya menemukan 2 buku yang mungkin bermanfaat. Saya juga mencari buku ttg ginseng, tapi tidak juga menemukannya. Saya pun bertanya kepada ibu Rini mengapa buku yang saya cari hampir tidak ada. Lalu ia mencoba mambantu saya, tetapi tetap saja tidak ditemukan. Jadi saya hanya mencatat kode 2 buku tentang jamu yang sudah saya temukan tadi di kertas Bon Permintaan Perpustakaan Nasional yang sudah tersedia.
Setelah itu saya menunjukkan bon tersebut pada ibu Rini. Ia mengatakan bahwa bonnya diserahkan di lantai 3.

Di lantai 3, saya memasukkan bon permintaan tadi ke sebuah kotak yang sudah disiapkan, lalu saya diminta menunggu di ruang baca. Kata petugasnya, buku tersebut akan diantar ke ruang baca. Ternyata di perpustakaan nasional, kita tidak mengambil buku sendiri, tetapi buku yang kita mau akan diambilkan oleh petugasnya.
Tak berapa lama, nama saya dipanggil, ternyata petugasnya mengatakan 2 buku yang saya cari ternyata tidak ada. Saya jadi bingung karena di perpustakaan nasional yang saya pikir bukunya lengkap ternyata saya tidak mendapatkan buku yang saya cari. Sungguh aneh.
Karena jam 12 ada kuliah Tinjauan Desain, maka saya langsung meninggalkan perpustakaan nasional sekitar pukul 11.15. Ternyata jalanan sangat macet sehingga saya sampai di kampus pukul 13.25. Alhasil saya tidak mengikuti kelas Tinjauan Desain. Untungnya saya membawa bukti bon peminjaman buku td,dan menjelaskan kepada pak Adit alasan keterlambatan saya.

Semoga blog ini dapat berguna bagi teman-teman yang baru pertama kali ke Perpustakaan Nasional.

Berikut saya sertakan bukti Bon Permintaan. Terima Kasih.

Minggu, 04 November 2007

Pending.....

posting analisa kemasan belum semuanya saya posting...
dimohon maaf atas ketertundaannya...

untuk pemberitahuan kembali analisa utama kelompok kami adalah kemasan Aladina.
info yg sudah saya ditambahkan di bawah hanya sebagai pelengkap tambahan informasi kemasan yang lainnya serta aladina khususnya...
terima kasih...

chrisna

Analisis Kemasan Getuk Goreng Gaya Baru



Nama Produk : GETUK GORENG GAYA BARU
Nama Produsen : -
Alamat Produk : Sokaraja, Banyumas
Jenis Produk :Pangan
Jenis Rancangan : Label

Lembaga berwenang : DepKes RI
Nomor daftar legal : DEP. KES. RI. NO. 443.51.113/19.06/1991


Visual yang tampak : Tokoh wayang, border tradisional berwarna merah, merk produk Getuk Goreng GAYA BARU dengan adanya lingkaran putih d sampingnya.

Budaya yang mempengaruhi : Indonesia, semuanya merupakan pengaruh budaya Indonesia mulai dari pemakaian kata dan gambar yang merupakan khas Indonesia.

Ekspresionistik : Getuk merupakan makanan khas Banyumas, Indonesia, semua bersifat tradisional membuat produk ini terasa asli banyumas.

Instrumentalistik : Keseluruhan dari kemasan ini terlihat seperti murni dari budaya Indonesia. Elemen yang dipakai bercirikan Indonesia. Namun karena sudah diproduksi tahun 1911 ejaan juga sudah merupakan ejaan eyd yang disempurnakan kecuali nama jalan yg tidak berubah.

Analisis Kemasan Kertas Rokok Djanoko

tampak depan dan belakang


Bukaan Kemasan

Nama Produk : KERTAS ROKOK DJANOKO
Nama Produsen : -
Alamat Produk : -
Jenis Produk : Kertas rokok
Jenis Rancangan : Kemasan

Lembaga berwenang : -
No Merk Dagang : 78047

Visual yang tampak : Tokoh wayang Djanoko, list boder tradisional, pita bertuliskan DJANOKO dan gambar padi, wanita berkebaya dan janur, logo produk berupa djanoko dengan padi dibawahnya, tulisan berupa bahasa inggris yaitu spesial, long dan size, 1 bagian belakang kertas kemasan berwarna merah putih.

Budaya yang mempengaruhi : Indonesia, terlihat dari adanya gambar wanita berkebaya, wayang djanoko, jaur dan padi. sedangkan pengaruhbudaya barat tampak dari gambar pita dan kata dengan bahasa inggris yaitu spesial, long dan size.

Ekspresionistik : teknik penggambaran lebih real, pewarnaan seperti warna CMYK maka diperkirakan kemasan ini dicetak dengan teknik offset. Masih ada komposisi simetris. Pengaruh dari barat cukup kelihatan dengan penggunaan bahasa Inggris dan pita. tetapi produk ini terlihat merupakan produk indonesia yang bersifat tradisional karena masih menggunakan elemen-elemen berbau Indonesia seperti tokoh wayang Djanoko dan adanya gambar wanita berkebaya dengan janur di sebelahnya serta pemakaian warna merah putih pada salah satu bagian kemasan belakangnya.

Instrumentalistik : adanya percampuran 2 budaya Indonesia dengan Barat ( Inggris). Diperkirakan sudah diproduksi di tahun yg banyak kemajuan. terlihat dari warna kemasan dengan warna cmyk, diperkirakan teknik pencetakan dengan cara offset, pada jaman itu mungkin mulai berkembang percetakan. Adanya pengaruh kuat dari barat membuat produk ini menggunakan elemen yang berbau barat dan orang-orang melihat bahwa sesuatu yg berbau barat itu lebih modern.

Selasa, 09 Oktober 2007

Tambahan tentang Sejarah Buddha

Pada posting sebelumnya sudah dibahas tentang definisi (data diri dari Buddha) dan masuknya agama Buddha ke Cina, pada posting kali ini saya ingin menambahkan tentang sejarah singkat hidup Buddha dan tambahan-tambahan lainnya.

Buddha sendiri merupakan suatu gelar dari orang yang telah mencapai suatu penerangan sempurna/pencerahan, orang yang telah memutuskan samsara (bebas dari kelahiran dan kematian).

Ada tiga jenis Buddha:
1. Savaka Buddha (arahat) adalah Buddha yang mencapai penerangan sempurna karena bimbingan dari Samma Sambuddha dan tidak dapat mengajarkan Dhamma (ajaran Buddha) kepada orang lain hingga orang itu mencapai penerangan sempurna juga.
2. Paccekka Buddha adalah Buddha yang mencapai penerangan sempurna karena usahanya sendiri namun tidak dapat mengajarkan Dhamma kepada orang lain hingga orang itu mencapai penerangan sempurna
3. Samma Sambuddha adalah Buddha yang mencapai penerangan sempurna dengan usahanya sendiri dan dapat mengajarkan orang lain untuk dapat mencapai penerangan sempurna.

Orang yang bercita-cita menjadi seorang Buddha/calon Buddha disebut Boddhisatva. Berdasarkan waktu seorang Boddhisatva untuk menjadi seorang Buddha, Boddhisatva dibagi 3:
1. Pannadikkha Boddhisatva adalah Boddhisatva yang memiliki kebijakanaan yang kuat.
Ia akan menjadi Buddha dalam waktu 4 asankeya (masa dunia) dan 100.000 kalpa (1 kalpa sekitar 4 milyaran tahun, maaf lupa angka pastinya)
2. Saddhadikkha Boddhisatva adalah Boddhisatva yang memiliki keyakinan yang kuat. Ia akan menjadi Buddha dalam waktu 8 asankeya dan 100.000 kalpa
3. Viriyadikkha Boddhisatva adalah Boddhisatva yang memiliki semangat yang kuat. Ia akan menjadi Buddha dalam waktu 16 asankeya dan 100.000 kalpa

Mengenai pemahaman tentang asankeya (masa dunia), saya akan coba jelaskan sbb:
Pada zaman hidup Buddha Gautama (sekitar 2500 tahun lalu) umur rata-rata manusia adalah 80 tahun (Buddha pun wafat pada usia 80 tahun). Pada zaman sekarang, mungkin bisa dibilang usia rata-rata manusia adalah 60 tahun (mengalami penurunan). Menurut Buddha usia rata-rata manusia nanti akan menurun hingga mencapai 10 tahun (karena moral manusia yang semakin menurun), dan setelah itu pada suatu masa akan meningkat kembali hingga mencapai 80.000 tahun. Setelah itu, usia manusia akan kembali menurun hingga mencapai 80 tahun, dan kembali lagi menjadi 10 tahun, kemudian akan naik lagi, turun lagi, dst. Nah, saat usia manusia dari 80 tahun hingga turun sampai 10 tahun dan naik sampai 80.000 tahun dan kembali lagi ke 80 tahun, itulah yang disebut 1 asankeya (1 masa dunia). Ow, how long..

Buddha yang ada pada masa sekarang (Buddha Gautama) adalah Buddha yang ke-28. Buddha Gautama adalah Samma Sambuddha dan saat menjadi Boddhisatva merupakan Pannadikkha Boddhisatva. (hal ini menjelaskan betapa tuanya umur alam semesta ini di mata Buddhism)

Berikut ini saya akan membahas sejarah dari Buddha Gautama (singkat saja):

Sebelum menjadi Buddha, Siddarta Gautama adalah seorang pangeran dari suku sakya, kasta ksatria, kerajaan Kapilavastu. Nama Siddharta artinya "tercapailah yang dicita-citakannya" Siddharta Gautama lahir pada bulan purnama Siddhi di Taman Lumbini, India Utara sekitar tahun 623 SM dari pasangan raja Suddhodana dan Ratu Mahamaya. Ratu Maya meninggal setelah tujuh hari melahirkan Siddharta dan Siddharta diasuh oleh bibinya, Prajapati Gautami. Saat ia baru lahir, ia diramalkan oleh seorang peramal sakti bernama Asita Kaladevala bahwa ada dua pilihan dalam hidupnya kelak, yang pertama, ia akan meneruskan kerajaan ayahnya dan akan menjadi raja dunia, kedua ia akan meninggalkan keduniawian dan menjadi Buddha.

Pangeran Siddharta tumbuh menjadi pangeran yang sangat pintar dan cerdas. Dari sejak kanak-kanak ia telah menguasai ilmu astronomi, eksakta dan segala macam ilmu ketangkasan, dll. Karena kepandaiannya, pada usia 9 tahun tidak ada lagi ilmu pengetahuan yang dapat diajarkan kepadanya.

Siddharta mengikuti sayembara perlombaan untuk melamar putri Yasodhara pada saat usianya 16 tahun (sudah menjadi peraturan pada waktu itu bahwa untuk menikahi seorang putri raja harus melalui perlombaan ketangkasan). Siddharta memenangkan perlombaan itu dari pangeran-pangeran lain di berbagai penjuru negeri dan menikah dengan putri Yasodhara. Salah satu dari lomba yang diikuti pangeran Siddharta saat itu adalah lomba memanah. Busur panah yang dipakai Siddharta adalah busur terberat yang hanya dapat diangkat oleh 7 orang pria, dan hanya Siddharta yang mampu memakai busur itu. Karena image bahwa Siddharta kuat sebelum dan sesudah menjadi Buddha inilah (mungkin) juga salah satu alasan mengapa gambar Buddha dipakai pada obat kuat Aladina ini.

Karena ramalan Asita Kaladevala yang mengatakan Siddharta akan menjadi Buddha, raja Suddhodana selalu memberi Siddharta kemewahan dan selalu mencegahnya untuk mengetahui dunia luar. Siddharta hanya diizinkan sekali untuk keluar istananya, dan itu pun sudah diatur oleh raja agar semua rakyat menyambutnya dengan kegembiraan dan tidak boleh menampakkan sedikitpun penderitaan.

Namun karena Siddharta tidak percaya dengan yang ia lihat, suatu hari ia diam-diam keluar istana tanpa sepengetahuan ayahnya. Saat itulah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, ia melihat yang sebelumnya tidak pernah ia lihat, yaitu: orang tua, orang sakit, orang mati, dan seorang pertapa. Ia baru menyadari bahwa semua orang nantinya akan tua, sakit, dan mati, sehingga ia pun mulai bosan dengan semua kemewahan yang ia miliki, karena semuanya tidak kekal dan ia akan mati tanpa membawa semua yang ia miliki. Maka ia pun berpikir untuk pergi meninggalkan istananya untuk mencari cara agar manusia bisa bebas dari usia tua, sakit, dan mati. Ia pergi pada malam hari pada bulan purnama Siddhi, dan saat itu ia berusia 29 tahun.

Siddarta pergi ke hutan Uruwela untuk bertapa, ia memotong rambutnya dan memberikan semua perhiasan dan jubah kerajaannya kepada kusirnya, Canna dan berjanji tidak akan beranjak dari tempatnya sebelum ia berhasil mencapai tujuannya. Sejak ia memotong rambutnya, sejak saat itu rambutnya tidak bertambah pendek/panjang lagi. NB: Hal ini merupakan salah satu ciri fisik dari seorang Buddha, ciri lainnya adalah, bermata biru, bertelinga panjang, jika berdiri tegak maka tangannya akan sepanjang lutut, jumlah gigi 40 dan memiliki bentuk dan besar yang sama, semua jari tangan sama panjang, seluruh tubuh simetris, telapak kakinya rata, garis tangan dan kakinya membentuk cakra,... (maap saya tidak hafal semua. he2.).

Pada awalnya ia melakukan pertapaan dengan menyiksa diri, melukai tubuh dan hanya makan yang menempel di bibir selama 6 tahun. Saat beliau hampir meninggal, ia ditolong oleh seorang pengembala kambing bernama Sujata. Saat itulah ia sadar bahwa cara yang dilakukannya adalah salah dan dapat membuatnya meninggal sebelum tujuannya tercapai.

Akhirnya Siddharta melanjutkan pertapaannya di Bodghaya di bawah pohon Boddhi dan mencapai penerangan sempurna menjadi Buddha pada bulan purnama Siddhi tahun 586 SM pada usia 35 tahun. Ia pergi ke Taman Rusa Isipatana (sekarang bernama Saranath di India) untuk mengajar Dhamma pertama kalinya kepada 5 orang pertapa bernama: Kondanna, Assaji, Mahanama, Vappa, Bhadiya.

Singkat kata, kemudian Buddha dan murid-muridnya mengajarkan Dhamma ke seluruh tempat yang mereka kunjungi. Buddha megajarkan Dhamma selama 45 tahun. Buddha wafat di Kusinara (sekarang Kusinaghar) di bawah dua pohon sala yang kembar pada bulan purnama Siddhi tahun 543 SM pada usia 80 tahun. dan murid-muridnya terus melanjutkan menyebarkan Dhamma ke seluruh dunia.

Diana Tantrayoga

Minggu, 07 Oktober 2007

Satu lagi bahan Tiga Budaya nih..

Nah yang ini juga salah satu bahan yang saya pakai untuk menulis posting Tiga Budaya itu. Dalam artikel ini diceritakan sedikit sejarah mengenai penyebaran agama islam di Indonesia yang bukan hanya dilakukan oleeh orang Timur Tengah dan Arab saja. Dari artikel ini pun dapat kita lihat bagaimana hubungan antara Indonesia, Timur Tengah, dan Tiong Hoa sejak dulu dalam berbagai hal, bukan hanya berdagang.

Have a nice reading...


Bukan orang Arab dan India saja yang mengembangkan Islan di Nusantara. Abad ke-15 telah berdiri rezim muslim Tionghoa di Jawa. Ia berhasil merobohkan kedigdayaan Majapahit.

Sang laksamana dari Dinasti Ming, Ceng Ho, mengerahkan 62 kapal besar dan belasan kapal kecil yang digerakkan 27.800 ribu awak. Ketika berlabuh di kawasan Asia Tenggara, kapal itu berkali-kali menepi ke bibir pantai, antara lain di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Jawa. Pelayaran itu terjadi pada tahun 1405 M.

Di kepulauan Nusantara, mereka berlabuh di Darmaga Samudera Pasai. Laksamana yang lahir tahun 1371 M itu menghadiahi lonceng raksasa Cakradonya kepada Sultan Aceh. Juga, menyempatkan diri kunjung ke Palembang dan Bangka. Iring-iringan armada kapal bergerak ke arah Timur. Ia singgah di Bintang Mas, kini Tanjung Priok Jakarta, dan Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, secara berurutan.

Saat menyusuri Laut Jawa, Wang Jinghong, salah seorang pimpinan armada, sakit keras. Mereka mendarat di pantai Simongan, Semarang, dan tinggal sementara. Namun, Wang akhirnya memutuskan untuk menetap. Dialah cikal bakal warga Tionghoa di tempat ini. Sebagai rasa hormat, Wang mengabadikan Ceng Ho, laksamana pemimpin armada, menjadi sebuah patung, serta membangun Klenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Armada kembali bergerak. Persinggahan lanjutan adalah Tuban dan Gresik, Jawa Timur. Kepada warga pribumi, Cheng Ho mengajarkan tata cara pertanian, peternakan, pertukangan, dan perikanan. Lalu, armada bergerak menuju Surabaya dan mendarat tepat di hari Jumat. Di hadapan warga Surabaya, Ceng Ho didaulat sebagai khotib. “Maka tidak mengherankan jika di kota ini pada abad ke-15 sudah terdapat perkampungan Tionghoa Muslim,” tulis Ma Huan dalam Ying-yai Sheng-lan.

Cheng Ho, adalah orang yang berjasa besar dalam misi ini. Bagi masyarakat Indonesia namanya tidaklah asing. Ia orang kepercayaan Kaisar Tiongkok Yongle, berkuasa tahun 1403 sampai 1424, kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Keluarganya bermarga Ma, dari suku Hui, yang mayoritas beragama Islam. Ayahnya seorang pelaut bernama Ma Hadzi, sedang ibunya bernama Wen.

Dengan perjalanannya ia menjadi salah satu muslim Tiongkok yang berandil besar mewarnai corak Islam Indonesia. Apalagi dalam sejarahnya Tiongkok yang kini akrab disebut negeri tirai bambu ini disebut-sebut lebih dulu mengenal Islam. Sahabat Nabi sendiri yang dakwah di sana. “Sejak masa paling awal dari perkembangan agama ini, yakni abad ke-7 M,” tulis Lo Hsiang Lin dalam Islam in Canton in the Sung Period. Tepatnya pada masa khalifah Umar bin Khattab. Waktu itu, ada rombongan muslim dari Arab yang berjumlah 15 orang dipimpin oleh panglima besar yang pernah menaklukkan imperium Persi yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash menghadap kaisar sambil menyerahkan sejumlah cenderamata.

Maklum jika Tiongkok mengenal Islam lebih awal, mengingat antara Arab dan Tiongkok telah terjalin hubungan perniagaan sudah sangat lama melalui jalur sutra atau yang biasa disebut silk road.

Karena itu tidak salah kalau kemudian banyak mubalig yang datang dari sana. Ceng Ho hanyalah satu, dari ratusan muslim Tiongkok yang berdakwah Islam di Indonesia. Sebelum Ceng Ho datang, telah ditemukan komunitas muslim Tionghoa bertebaran di beberapa kota di pesisir pulau Jawa. Satu misal, tahun 1292 sekitar 20 ribu pasukan perang Cina-Mongol mendarat di Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah dan Tuban, Jawa Timur sebelum mereka bertolak ke Singasari. ”Di antara puluhan ribu tentara itu, ada beberapa tentara yang muslim,” tulis Sumanto al-Qurtuby dalam Arus Cina Islam Jawa.

Cina-Mongol adalah orang-orang Cina di masa rezim Yuan-Mongol (1279-1368), bukan orang Cina berdarah Mongol. Para tentara Cina-Mongol itu, sebagian dari mereka, tidak kembali pulang ke negaranya paska peperangan. Sisa-sisa tentara itu menetap di sepanjang pesisir Jawa. Mereka itu kemudian menikah dengan penduduk pribumi dan beranak pinak. Kelak keturunan mereka akan menjadi sosok “setengah Cina-setengah Jawa” atau anak Indo.

Sebelum kedatangan Ceng Ho, kata Sumanto, relasi Jawa dengan Cina jauh-jauh hari telah terjalin, baik hubungan diplomatik maupun kontak dagang. Hubungan mesra ini terus berlanjut hingga abad ke-15. Nah, pada akhir abad ini, posisi orang-orang Tionghoa di Indonesia menguat.

Akhirnya di bawah kepemimpinan Jenderal Perang Tan Kim Han dari Tiongkok bersama Sunan Ngudung (putra Sultan Mesir juga ayah Sunan Kudus) dan Maulana Ishak (ayah Sunan Giri), mereka berhasil menumbangkan Majapahit. Penyerangan itu atas perintah Pangeran Jin Bun atau lebih dikenal sebagai Raden Patah (1500 – 1518 M) dari Demak.

Bagaimana mungkin kerajaan Demak yang masih seumur jagung berhasil meruntuhkan raksasa Majapahit? Waktu itu, tentara muslim Demak menjalin koalisi dengan Cina, baik ”Cina daratan”, maksudnya pasukan Dinasti Ming, ataupun ”Cina rantau” yang biasa berdagang dan berlayar. Koalisi ini bukan mustahil lantaran Raden Patah seorang Tionghoa. ”Inilah strategi Raden Patah dalam menggalang simpati publik Cina untuk mendukung pendirian Demak sebagai kerajaan Islam maritim,” tulis Sumanto dalam bukunya.

Asal usul Raden Patah sebenarnya masih kontroversi. Apa benar ia keturunan Tionghoa? Yang jelas, teks-teks lokal Jawa menyebut Raden Patah, raja pertama kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa, adalah seorang muslim Tionghoa. Bedanya hanya terletak pada garis keturunan.

Teks lokal Jawa Barat, seperti Sejarah Banten dan Hikayat Hasanuddin, mengaitkan asal-usul Raden Patah dengan Cina-Mongol yang bernama Cek Ko Po. Sedang teks lokal Jawa Tengah, semisal Babad Tanah Jawi Serat Kanda dan Tembang Babad Demak, mengaitkannya dengan raja Majapahit Brawijaya yang menikah dengan muslimah Tionghoa, bernama Sio Ban Chi atau Putri Cina.

Sejak kekalahan Majapahit, tahun 1471, jaring-jaring kekuasaan Islam menyebar dari ujung Timur sampai Barat di bawah kontrol kerajaan Demak. Bendera Islam menyebar di pesisir pulau Jawa menggantikan kepercayaan Hindu dan Budha. Sumanto menyebut, kerajaan Demak saat itu, dengan istilah rezim muslim Tionghoa.

Jika dicermati, keberadaan muslim Tionghoa di Indonesia ini susah ditampik. Hamparan fakta-fakat sejarah mendukung itu. Pengelana Belanda Loedewicks, yang mengunjungi Banten pada abad 16, menyaksikan eksistensi komunitas muslim Tionghoa. Dokumen VOC menyebutnya dengan istilah Geschoren Chineezen, orang-orang Cina cukuran. Kesaksian ini juga diberikan Ibnu Battutah, pengembara asal Maghrib, yang pada pertengahan abad ke-15 berkeliling dunia menyusuri daerah pesisir, dari Arab sampai Cina dan Asia Tenggara, seperti tertuang dalam Rihlah Ibnu Baththutah, perjalanan Ibnu Battutah.

Cerita penulis, tradisi lisan yang berkembang dalam masyarakat Jawa, juga memperkuat bukti adanya muslim Tionghoa. Di daerah-daerah pesisir pulau Jawa, masyarakatnya mengenal beberapa tokoh Cina Islam yang berperan cukup besar dalam proses masuknya Islam ke kawasan ini.

Seperti kisah Gwie-Wan, tangan kanan Sultan Hadlirin (menantu Sultan Trenggono Demak) sekaligus peletak dasar tradisi seni ukir di Jepara, populer dengan sebutan Sungging Badar Duwung. Ada juga Kiai Telingsing (Tan Ling Sing) yang merupakan patner dakwah Ja’far Shadiq atau Sunan Kudus (w. 1550 M) di Kudus.

Tradisi masyarakat Cirebon menyebut Tan Eng Hoat, Tan Sam Cai alias Muhammad Syafi’i sebagai tokoh muslim Tionghoa di kawasan itu. Juga, Tan Hong Tien Nio (Putri Oeng Tin), yang menjadi istri Sunan Gunung Jati (1450-1569 M), adalah pelopor dan penggerak Islam di Cirebon dan Jawa Barat.

Tak hanya itu, banyak peninggalan purbakala yang juga membuktikan adanya pengaruh muslim Tionghoa. Ini menunjukkan, bentangan abad 15-16 telah terjadi apa yang disebut Sino-Javanese Muslim Culture, persilangan budaya antara orang Tionghoa dan Jawa. Di antara peninggalan sejarah itu adalah dua masjid kuno yang berdiri megah di Jakarta: Masjid Kali Angke yang dihubungkan dengan Gouw Tray dan Masjid Kebun Jeruk yang didirikan Tamiem Dosol Seeng dan Nyonya Cai.

Bukti fisik lain yaitu ukiran padas di Masjid kuno Mantingan Jepara, menara masjid di Pecinan Banten, arsitektur keraton Cirebon beserta Taman Sunyaragi, konstruksi pintu makam Sunan Giri di Gresik, konstruksi masjid Demak terutama soko tatal penyangga masjid beserta lambang kura-kura, konstruksi Masjid Sekayu di Semarang, semuanya itu menunjukkan adanya pengaruh budaya Cina.

Bukti-bukti sejarah di atas belum termasuk klenteng-klenteng kontroversial, yang diduga kuat oleh sejarawan sebagai bekas masjid yang dibangun masyarakat Cina pada Abad ke-15 atau ke-16. Klenteng yang dimaksud adalah Klenteng Ancol di Jakarta, juga disebut Klenteng Nyai Ronggeng, Klenteng Taking di Cirebon, Klenteng Gedung Batu di Simongan Semarang, Klenteng Sam Po Kong di Tuban, dan Klenteng Mbah Ratu di Surabaya.

Kalau begitu, apa yang perlu diragukan lagi dari kiprah orang Tionghoa dalam proses masuknya Islam di Nusantara? Karena itu, menjadi wajar jika muncul ”teori Cina”, di samping dua teori yang lahir lebih dulu: teori Arab atau Timur Tengah dan teori India.

Teori Arab adalah teori yang menyatakan Islam masuk Nusantara datang dari Arab tepatnya Hadramaut. Pertama kali dikemukakan oleh Crawfurd, kemudian diikuti oleh sejarawan Indonesia seperti Mukti Ali dan Buya Hamka. Sedang teori India yaitu Islam di Nusantara pertama kali datang dari India tepatnya Gujarat. Dipopulerkan oleh Snouck Hurgronje, sejarawan Belanda.

Sementara teori Cina dipopulerkan Sumanto al-Qurtuby melalui bukunya Arus Cina Islam Jawa di tahun 2003. Akibat mempopulerkan teori baru ini, Sumanto dituduh tidak mengakui fakta kedatangan Islam dari Timur Tengah atau India. Atas tuduhan itu, Syir`ah mengonfirmasi Sumanto yang kini tinggal di Harrisonburg, Virginia, USA.

Menurutnya, teori Cina bukan berarti menegasikan dua teori sebelumnya. Upaya ini bermaksud memunculkan sisi lain dari fakta sejarah keislaman Nusantara yang selama ini telah ”dimumikan” oleh sebuah rezim untuk kepentingan tertentu. ”Saya tidak menolak kontribusi Timur Tengah dan Arab dalam proses keislaman di Nusantara. Yang saya tolak adalah pendapat yang mengatakan, hanya orang-orang Timur Tengah dan Arab-lah yang berperan dalam islamisasi Nusantara,” tandasnya.

Jadi, banyak pihak yang berjasa dalam proses masuknya Islam di Nusantara ini termasuk orang Arab, India, dan tentu saja Cina.
Syirah/Edisi 62/Februari 2007.Abdullah Ubaid Matraji



(resha)

Bahan Tambahan Tiga Budaya

Berikut adalah salah satu sumber berita tentang posting Tiga Budaya yang saya post bbrp waktu lalu, ini adalah bagian lengkap dari ringkasan yang saya tulis di posting waktu itu… selamat membaca!

Dalam salah satu ajaran Islam terdapat hadist Nabi yang menyebutkan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Pertanyaannya, kenapa yang disebut Cina,bukan negara-negara Eropa atau lainnya? Padahal menurut Prof Dr Ahmad Baiquni, negeri Cina ketika itu belum Islam. Lalu apa yang harus dipelajari di Cina? Jelas bukan soal agama, melainkan karena kebudayaan dan peradabannya yang tinggi. Masih menurut Prof Dr Ahmad Baiquni, sudah sejak 3000 tahun (30 abad) sebelum kelahiran Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa Cina sudah demikian maju sehingga dikenal sampai ke Timur Tengah khususnya Arab. Mereka sudah menguasai ilmu astronomi bahkan mempunyai tempat-tempat observasi, mampu membuat ramuan untuk mengawetkan mayat sampai membuat obat bahan peledak.

Karena menguasai ilmu astronomi itu dengan mudah orang Cina bisa mengembara sampai ke Timur Tengah.Mereka membuka hubungan dagang sejak Islam mulai berkembang di Timur Tengah sekitar abad ke 7. Mereka memperkenalkan teknologi pembuatan kertas dan tinta serta ilmu cetak, dan ternyata hal ini menarik perhatian orang Arab. Bangsa Arab menyambut baik kedatangan bangsa Cina beserta ilmu-ilmu yang dibawanya, khususnya ilmu cetak. Hal ini disebabkan, saat itu bangsa Arab sangat membutuhkan teknologi pembuatan kertas, tinta, dan ilmu cetak untuk menyatukan tulisan-tulisan Arab yang ditulis pada pelepah kurma, kulit sapi, dan kulit pohon, yang tentu saja media menulis tersebut sangat mudah rusak, sukar dibaca, dan sukar didapat.

Dengan “oleh-oleh” dari bangsa Cina itu pulalah, bangsa Arab kemudian mendapatkan kemudahan untuk menyatukan ayat-ayat Suci Al Qur’an yang diturunkan Allah yang semula juga dicatat bertebaran di pelepah kurma, kulit unta dan lain-lain.. Sebaliknya orang-orang Cina kembali ke negerinya dengan membawa “oleh-oleh” ajaran Islam. Ajaran Islam tersebut kemudian disebarluaskan pada masyarakat Cina yang sudah ditulis di atas kertas dengan tinta serta dicetak dalam jumlah yang banyak. Dapat disimpulkan bahwa bangsa Cina termasuk yang telah mempelopori penyebaran ajaran Islam keluar dari wilayah Timur Tengah dan menyebarkannya ke wilayah Asia lainnya, termasuk nantinya ke wilayah Indonesia yang ada di selatan Cina.

Mulailah orang-orang Cina berdatangan ke Indonesia bukan hanya berdagang, namun seperti ketika mereka ke Arab, orang-orang Cina yang datang ke Indonesia juga membawa “oleh-oleh” kebudayaan mereka, teknologi pembuatan kertas dan tinta serta ilmu cetak- mencetak ditambah ajaran Islam yang baru mereka peroleh dari Arab. Oleh karena itu pada abad ke 7, ajaran Islam mulai dikenal di Nusantara, khususnya di Jawadwipa (kini Jawa), mereka mendarat di Pantai Banten dan menyebarkan Islam di sana. Selain mendarat di Banten, mereka juga ada yang mendarat di Caruban (kini dikenal dengan nama Cirebon) melalui pelabuhan Muharajati yang semula merupakan pelabuhan pusat perdagangan Kerajaan Padjajaran dan Pakuan. Saat kedatangan orang-orang Cina di Bogor, Kerajaan Tarumanegara sudah berdiri dan mereka menyebutnya To-lo-mo (Ta-ru-ma menurut lidah mereka). Di Jawa Tengah mereka mendarat di Semarang dan menyebarkan Islam ke Glagahwangi yang di kemudian hari dikenal sebagai Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Pangeran Patah (lebih dikenal Raden Patah). Di daerah ini pula dikenal adanya seorang sultan yang ketika wafat dimakamkan di Gunung Muria sehingga dikenal sebagai Sunan Muria. Di Jawa Timur mereka mendarat di Tuban dan Surabaya. Salah satu dari mereka kemudian menjadi Wali, yang dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Putra dari Sunan Ampel pun menjadi Wali, yaitu Sunan Bonang. Sunan Ampel dan Sunan Bonang lebih dikenal dengan nama pribumi. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah masuknya ajaran Islam di masyarakat Jawa. Di Gresik terdapat makam Sunan Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi.

Sebagaimana sudah disebutkan, kedatangan mereka di Pantai Utara Jawa itu di samping menyebarkan ajaran Islam juga budaya Cina. Oleh karena itu di Sunda Kelapa (Pelabuhan kerajaan Padjajaran juga) budaya mereka berbaur dengan kebudayaan penduduk asli yng kemudian menyebut diri mereka sebagai suku Betawi dan hingga kini, kita mengenal kesenian cokek, lenong, dan lain-lain yang merupakan akulturasi budaya Cina dan Betawi, yang kini kemudian diklaim sebagai kesenian Betawi. Musik Tanjidor yang merupakan musik khas Betawi pun beberapa alat musiknya menggunakan alat musik khas Cina, seperti rebab, dan lain-lain. Perhatikan pakaian pengantin Betawi, yang mirip pakaian pengantin di zaman dinasti-dinasti yang berkuasa di Cina pada abad ke 7. Selain itu bahasa Indonesia pun banyak yang berasal dari serapan bahasa Cina, misalnya becak (Bhe-chia), kue (koe), dan teh (tee).

Selain itu makanan-makanan kegemaran sebagian masyarakat Indonesia pun banyak yang berasal dari bahasa Cina, seperti bakmie, bakpao, bakso, bakpya, bakwan dan lain-lain, dan tentunya masyarakat kita tidak lagi mempermasalahkan atau memikirkan dari mana asal makanan yang enak tersebut. Hal ini disebabkan sudah akrabnya makanan-makanan tersebut di kalangan masyarakat Indonesia Tentu saja di samping makanan juga minuman,seperti misalnya daun teh, di mana tanaman ini dikenal berasal dari Cina Selatan. Budaya Betawi dan budaya suku-suku lainnya di Indonesia seperti budaya Sunda, budaya Jawa, adalah sebagian dari akar budaya Indonesia. Jadi budaya Cina yang berakulturasi dengan budaya suku-suku di Indonesia juga merupakan budaya Indonesia.

Di Jawa Tengah (dekat Semarang) mereka mendirikan Klenteng Sam Po-Kong. Di klenteng inilah ditemukan catatan sejarah tentang masuknya Cina ke Jawa, serta uraian bahwa para wali dan tokoh-tokoh pahlawan pun sebagian adalah orang keturunan Cina, misalnya Adipati Unus, Panembahan Jim Bun, Sunan Ampel, Sunan Bonang, dan lain-lain. Prof. Dr. Slamet Muliana telah meneliti dan menghimpun sejarah masuknya Cina ke Jawa yang dibawa para pedagang Cina itu dan dibukukan. Bahkan di dekat Jepara mereka memugar Kerajaan Holing yang dikalangan masyarakat Jawa lebih dikenal dengan nama Keling atau Kalingga. Nama lain dari Holing adalah Chepo (Jawa). Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Shima. Ratu Shima adalah seorang ratu keturunan Cina. Di sekitar Semarang kemudian berdiri kerajaan-kerajaan Islam seperti Demak, Pajang, dan di kawasan inipun terdapat makam Sunan Demak, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Giri, dan lain-lain.

Pendatang Cina dan kebudayaannya berkembang pesat di Nusantara. Kini mereka menjadi suku tersendiri yang disebut Suku Tionghoa. Sesungguhnya suku ini sama kedudukannya dengan Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Madura, dan lain-lain karena suku ini sama-sama beranak cucu dan sudah menghuni bumi Nusantara setidaknya sejak abad ke 7. Sehingga mereka sebenarnya sama-sama sebagai warga negara Indonesia. Disahkannya UU RI No.12 tahun 2006 (yang menggantikan UU No. 62 tahun 1958) serta dihapusnya kewajiban orang Tionghoa di Indonesia untuk memiliki SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) melalui keputusan presiden No. 56 tahun 1996. memperkuat kedudukan suku Tionghoa di Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Seperti semboyan negara kita “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda-beda namun tetap satu. Maka suku-suku di Indonesia tak terkecuali suku Tionghoa merupakan suku yang telah banyak memperkaya kebudayaan Nusantara.

Sumber : Seruni Ambarkasih Mahasiswi Fak. Ilmu Budaya Universitas Indonesia
http://www.indonesiamedia.com/2006/12/mid/budaya/budaya.htm



(Resha)

Jumat, 05 Oktober 2007

Aladin yang di filmkan di Indonesia





                 Aladin dan Lampu Wasiat



Sutradara              Sisworo Gautama Putra
Produser               PT. Rapi Film
Pemeran:

Jack John
Lydia Kandou
Rano Karno
Soekarno M. Noor
Alan Nuary
Doddy Sukma
Hadisyam Tahar
Marlia Hardy
Alan Suryaningrat
Helen
Johann Mardjono
Pria Bom Bom
Chaidar Jafar
Ijah Bomber

Musik oleh             Gatot Sudarto
Tanggal rilis          1982
Durasi                    92 menit
Negara                   Indonesia
Bahasa                   Bahasa Indonesia


http://id.wikipedia.org/wiki/Aladin_dan_Lampu_Wasiat

Sedikit tentang gorila..

Gorila adalah jenis primata yang terbesar. Makanan gorila terdiri dari sayur-sayuran, walaupun kadang juga makan serangga. Karena itu gorila dapat digolongkan sebagai binatang omnivora. Gorila berasal dari hutan tropis di Afrika. 97-98% DNA gorila identik dengan DNA manusia. Gorila adalah spesies kedua setelah simpanse yang terdekat dengan manusia. Ada dua spesies dalam genus gorila, yaitu gorila timur (eastern gorila) dan gorilla barat (western gorila]]).

Ciri Khas
’silverback gorila’ gorila dominan jantan

Dibandingkan bentuk tubuh manusia, gorilla mempunyai tangan dan kaki yang panjang, dimana tangannya lebih panjang dari kaki. Dada gorila besar dan sebagian besar tubuhnya berbulu, kecuali jari-jemari, wajah, ketiak, telapak kaki dan telapak tangan. Kepala gorila besar, matanya kecil dan berwarna kecoklatan. Gorila tidak mempunyai ekor. Setiap ekor gorila mempunyai hidung yang unik, seperti manusia yang mempunyai sidik jari yang unik. Gigi gorila dewasa berjumlah 32. Panca indra gorila hampir serupa dengan manusia. Tubuh gorila jantan hampir dua kali besarnya dibandingkan gorila betina. Gorila kebanyakan makan tumbuh-tumbuhan. Setiap hari gorila butuh sekitar 25 kilogram makanan yang teriri dari daun-daunan, bunga-bungan, biji-bijian, batang dan tangkai pohon, dan kuncup bunga. Kadang-kadang, gorila juga makan semut dan sejenis rayap. Karean mendapat cairan cukup dari makanannya, gorila sangat jarang minum.

Gorila adalah binatang yang mempunyai intelijen tinggi. Beberapa penyelidikan menunjukkan bahwa gorila bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sandi. Contohnya adalah gorila Koko dan Michael. Gorila adalah binatang yang pemalu dan sosial. Gorila biasanya hidup di dalam keluarga yang terdiri dar 6 sampai 7 gorila. Suatu keluarga gorila terdiri dari dominan gorila (sering juga disebut ‘silberback’ gorila, karena punggungnya yang berwarna keperakan), dua atau lebih gorila betina dan sisanya anak-anak gorila. Bila anak gorila dewasa, mereka biasanya pergi untuk mencari keluarga gorila yang lain. Setiap malam sebelum tidur, gorila membuat sarang tempat tidur yang terdiri dari daun-daunan, tangkai, ataupun rumput. Ilmuwan yang mempelajari gorila dengan gampang bisa menduga jumlah anggota keluarga gorila dengan menghitung jumlah sarang tempat tidurnya. Gorila bisa hidup sampai 50 tahun di kebun binatang. Di alam liar, gorila biasanya mencapai usai 35 tahun. Gorila bisa melakukan reproduksi saat berusia 10-12 tahun. Gorila betina mengandung sekitar 8 sampai 9.5 bulan dan bisa melahirkan tiga gorila selama hidupnya. Bayi gorila bisa merangkak di usai sekitar 2 bulan dan bisa jalan di usai 9 bulan (jauh lebih awal dari bayi manusia).

Klasifikasi gorila
Gorila Gunung
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata (binatang bertulang belakang)
Class: Mamalia (binatang menyusui)
Order: Primata (primata terdiri dari 11 family, termasuk lemur, berbagai jenis monyet, marmot, kera besar dan manusia)
Family: Pongidae (kera beasar, termasuk gorila, simpanse, bonobo, dan urang utan)
Genus: Gorilla (gorila dan orang utan)
Species
Gorila Barat (Gorilla gorilla)
Sub-spesies
Gorila Dataran Barat (Gorilla gorilla gorilla)
Gorila Tepi Sungai (Gorilla gorilla diehli)
Gorila Timur (Gorilla beringei)
Sub-spesies
Gorila Gunung (Gorilla beringei beringei)
Gorila Dataran Timur (Gorilla beringei graueri)

Gorila bersosok raksasa. Pepohonan tidak kuat menanggung bobot tubuh mereka yang mencapai 3 kali bobot orang dewasa. Tingginya mencapai 1,8 m, atau kurang sedikit dari tinggi pintu rumah kalian. Tubuhnya gagah dan kuat dengan bahu lebar. Kulit dan bulunya berwarna hitam. Hidungnya pesek berlubang besar.

Berkelompok
Di punggung gorila jantan dewasa terdapat warna perak. Karena itu gorilla kerap dipanggil silverback atau si punggung perak. Gorila punggung perak biasanya menjadi pemimpin di kelompoknya. Iya, gorila memang hidup berkelompok. Satu kelompok terdiri dari seorang pemimpin, beberapa gorila betina, serta gorila anak-anak dan remaja. Kelompok ini bisa terdiri dari 3—30 ekor, dan mereka sangat kompak. Umur gorila bisa mencapai 50 tahun. Tua juga ya!

Gorila adalah hewan pemalu, pendiam, dan suka hidup damai. Mereka juga lembut dan mempunyai perasaan seperti kita. Mereka ‘berteriak’ apabila merasa terancam, misalnya ketika ada yang mengganggu kelompok atau anaknya. Gorila memang sangat melindungi kelompok dan anaknya.
Sama seperti manusia, gorila betina mengandung anaknya selama 9 bulan. Setelah itu anak gorila akan terus hidup bersama induknya sampai dia cukup dewasa. Bahkan setiap malam, induk gorila selalu tidur dengan anaknya.

Penidur
Gorila ternyata tukang tidur. Dalam sehari tidurnya bisa mencapai 13 jam. Kalau misalnya kalian tidur jam 9 malam dan bangun jam 5 pagi untuk berangkat sekolah, maka gorila mulai tidur jam 6 sore, dan baru bangun jam 7 pagi. Setelah bangun tidur, mereka akan makan terus sampai siang. Setelah makan, mereka menghabiskan waktu dengan istirahat, tidur, bermain, dan kadang makan lagi.

Di sore hari kelompok gorila akan berjalan bersama-sama mencari tempat untuk tidur. Mereka juga pintar membereskan tempat tidur lo! Biasanya mereka mengumpulkan dedaunan dan menyiapkan tempat tidur yang empuk dan hangat. Dengan begitu ia bisa tidur nyenyak dan tubuhnya menjadi segar kembali esok harinya.

Selain tukang tidur, gorila juga tukang makan. Bisa saja mereka makan seharian. Makanya gorila punya perut gendut. Namun, meski begitu—tidak seperti di film Kingkong—gorila tidak pernah memakan manusia dan hewan besar lainnya. Gorila hanya makan sekitar 200 jenis tumbuhan. Ia memakan hampir semua bagian, mulai dari daun, bunga, dan juga buah. Kadang-kadang mereka juga makan jamur dan serangga seperti semut, rayap, dan cacing. Hebatnya, mereka tidak pernah minum!

Mereka mendapat cukup cairan dari tumbuh-tumbuhan yang mereka makan. Makanan kesukaannya adalah bambu dan seledri liar. Dalam sehari mereka bisa memakan 25 kilogram tumbuhan. Itu artinya 10 kali lebih besar dari pada porsi makan kalian dalam sehari!

Sama seperti kera besar jenis lain, misal simpanse dan orangutan, gorila sangat pintar dan bertingkah laku mirip manusia. Ia bisa tersenyum, tertawa, dan mendengkur. Gorila juga menggunakan alat bantu dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Misalnya, mencelupkan sebatang kayu untuk memeriksa kedalaman kolam berlumpur. Hebatnya lagi, ia mampu mengingat sesuatu dalam waktu yang lama. Namun jangan salah, gorila juga bisa stres. Kalau sedang stres, ia bisa sakit diare atau tercium bau busuk dari tubuhnya.


Ancaman Kepunahan

Ilmuwan memperkirakan ada tinggal sekitar 50.000 gorila di alam liar Afrika. Sebagian besar dari dari jumlah ini adalah gorila dataran barat. Gorila dataran timur hanya tinggal sekitar 2500. Gorila gunung berjumlah 600 ekor dan berada dalam ancaman kepunahan.
Sayangnya sekarang gorila sering stres. Padahal, ia tidak punya musuh alami di alam. Gorila stres karena ulah manusia yang merambah hutan tempat mereka tinggal untuk dijadikan ladang. Akibatnya, mereka tidak bebas lagi bepergian dan makanan mereka juga berkurang. Sekarang jumlah gorila di Afrika tinggal sekitar 50.000 ekor, atau sama dengan jumlah penonton pertandingan sepakbola di stadion.

Tambahan untuk info ginseng

ada sumber baru mengenai ginseng..
mungkin bisa menambah kekurangan yg ada  pada data sebelumnya..

PENGENALAN

Kaum Cina mula menggunakan ginseng sebagai ubat sejak 5000 tahun yang lalu. Orang Cina menggelar herba itu sebagai ginseng yang membawa makna 'tumbuhan manusia' (Man Plant) kerana bentuk tumbuhan herba itu yang merupai bentuk manusia. Kemudiannya ginseng diberi nama Latin atau sainstifik yang berbunyi Panax oleh ahli botani. Panax dalam bahasa Latin bermakna penyembuh sempurna bagi semua penyakit (cure all). Panax berasal daripada famili Araliaceae dan mempunyai hubungan yang rapat dengan famali Panacea. Selain daripada kaum Cina , orang tempatan Amerika Utara (North Native American) juga menggunakan ginseng sebagai ubat. Terdapat banyak ginseng semulajadi atau lebih dikenali sebagai ginseng liar yang tumbuh di benua Amerika Utara dan dikenali sebagai Panax quinquefolium

STRUTUR FIZIKAL DAN HABITAT GINSENG

Ginseng ialah tumbuhan yang berumur panjang yang boleh tumbuh sehingga beratusan tahun. Badan herba itu adalah pendek dan seluruh badannya terbenam dalam tanah. Pada kebiasanya habitat semulajadi ginseng adalah di lurah-lurah yang curam dan berteduh di hutan tebal. Sesebatang ginseng yang matang akan mempunyai lima daun di tangkainya. Ginseng akan berbunya pada setiap musim bunga. Kuntum bunga ginseng berwarna kelabu dan ianya akan bertukar menjadi gugusan buah yang berwarna merah tua pada penghujung musim panas. Ginseng akan terus tumbuh sehingga saiznya mencapai 7-21 inci. Badan ginseng adalah 100% akar yang berwarna kuning cerah. Ginseng mempunyai akar yang bercabang dan panjang.

KANDUNGAN GINSENG

Bahagian paling berharga bagi ginseng adalah bahagian akarnya yang berbentuk seakan-akan bentuk manusia. Akar ginseng mengandungi 16 jenis ‘ginesenosides’, karbohidrat, selulosa, mineral dan lain-lain lagi. Pada tahun 1960-an pengkaji-pengkaji di Moscow danTokyo menemui satu sebatian di dalam ginseng dan mereka menamakannya sebagai ‘terpenidol glycosides’. Mereka menjalankan satu eksperimen dengan menggunakan tikus dalam kajian, didapati sebatian tersebut dapat membekalakn lebih tenaga kepada tikus tersebut. Pengkaji-pengkaji mengesan sebatian itu terdiri daripada molekul gula dan molekul ‘terpenoid’. ‘Terponoid’ ialah sejenis hormon yang terdapat pada tumbuhan yang seripa dengan hormon pada haiwan. Kemudiannya, terpenodol glycosides telah dinamakan sebagai ‘ginesenosides’. ‘Ginesenosides’ yang memainkan peranan membuat ginseng terkenal dengan nama ‘ubat segala penyakit.’.

JENIS-JENIS GINSENG

Terdapat dua jenis ginseng di bumi ini, iaitu American ginseng dan Asiatic ginseng. Jadual berikut merupakan perbandingan antara dua jenis ginseng :
American ginseng
Asiatic ginseng

Nama sainstifik
Panax quinquefolium L.
Panax ginseng

Warna
Putih
Merah

Habitat
Southern Ontario ke Georgia dan Wisconsin
Utara China dan Korea Utara

Kesan ke atas fisiologi badan
'menyejukkan ' badan
'memanaskan' badan

Kandungan ginsenosides
3-4 kali lebih daripada Asiatic ginseng
1 kali


Asiatic ginseng atau Panax ginseng berwarna merah kerana ginseng tersebut telah diproseskan dengan cara-cara rahsia oleh pencari atau penanam ginseng bagi tujuan mengeringkannya. Proses pengeringan tersebut dijalankan selama 8-10 jam. Sementara itu, American ginseng dikatakan boleh menyejukan badan berlawan dengan Asiatic ginseng yang akan memanaskan badan adalah berikutan daripada kepercayaan orang Cina tentang Prinsip Kekutuban iaitu berkenaan dengan Yin Yan. Prinsip Kekutuban adalah satu idealogi yang diutarakan oleh golongan Toalisme yang berpendapat bahawa segala benda dalam alam ini wujud dalam pasangan yang bertentangan contohnya matahari lawan bulan, api lawan air, panas lawan sejuk, baik lawan jahat dan lain-lain lagi.

American ginseng mempunyai kandungan ginsenosides yang lebih tinggi daripada Asiatic ginseng maka ianya dikatakan mempunyai nilai perubatan yang lebih tinggi. Walau bagaimanapun, terdapat sesetengah jenis ginsenosides yang terkandung di Asiatic ginseng tidak didapati di American ginseng.

Selain daripada dua jenis ginseng yang telah dibincangkan mungkin terdapat sesetengah daripada kita yang pernah dengar nama Serbian ginseng (Eleutherococcus seticosis). Pada hakikatnya, Serbian ginseng bukan merupakan ginseng atau Panax , ini kerana ianya tidak segenus dengan 2 jenis ginseng di atas. Tetapi Serbian ginseng berhubungan rapat Panax kerana merupakan ahli famali Araliaceae. Serbian ginseng tidak mengandungi ginsenosides tetapi mempunyai unsur-unsur yang merupai fungsi ginsenosides. Serbian ginseng tumbh di Rusia, China dan Jepun.

USAHA MENCARI DAN MENGGALI GINSENG

Bagi bangsa Cina purba, mereka percaya ginseng liar mempunyai kuasa ajaid. Semakin tua ginseng itu, semakin besar kuasa ajaidnya. Ginseng dipercayai berkemampuan untuk bertukar menjadi seorang budak dan herba itu barkebolehan bergerak sesuka hati ini bererti ianya boleh bertukar habitatnya. Pengaruh kepercayaan ini adalah kuat memandangkan terdapat buku cerita kanak-kanak Cina yang berkaiatan dengan ginseng dan kuasa luar biasanya.

Bagi seseorang yang ingin masuk ke dalam hutan untuk mencari ginseng, dia perlu berdoa kepada Tuhan Hutan sebelum memasuki hutan. Dan masa yang paling sesuai untuk mencari ginseng adalah pada musim ginseng berbunga dan musim berbuah kerana senang dikenali.

Seseorng yang bertuah berjumpai herba itu tidak boleh menggalinya secara terus. Ini disebabkan kepercayaan ginseng akan bergerak sendiri untuk mendarikan diri. Maka seseorang pencari ginseng perlu mencucuk empat batang kayu di sisi ginseng tersebut dan membentuk satu segiempat. Kemudiannya lilitkan dengan benang merah yang bertujuan untuk mengurungkan ginseng tersebut. Dengan langkah-langkah itu. maka dipercayai ginseng tersebut tidak akan bergerak lagi. Seterusnya pencari ginseng baru boleh mula menggali ginseng tersebut.


KEGUNAAN DAN KEBAIKAN GINSENG

Ginseng merupakan salah satu anugerah terbaik alam kepada manusia. Ginseng digunakan untuk meninggikan daya ketahanan fizikal dan mental manusia, meninggikan tenaga, menstabilkan fisiologi badan, merendahkan paras kelosterol dan mencegah penyakit kanser. Selain itu, peranan tradisional ginseng adalah meningkatkan keharmonian seks. Ginseng juga menguatkan fizikal badan untuk menentang keletihan. Kajian menunjukkan bahawa penggunaan ginseng yang kerap menbawa manfaat untuk penyakit Alzhemer’s (penyakit kehilangan pengigatan), menangani penyakit diabetes (merendahkan kandungan gula dalam badan), mengatasi masalah penuaan (aging process), menguatkan sistem keimunan dan lain-lain lagi. Berikut merupakan keterangan lanjut tentang kebaikan ginseng :

MENGURANGKAN TEKANAN KEHIDUPAN

Kajia-kajian yang lepas dan berterusan hingga masa kini membuktikan ginseng berkesan menolong badan manusia dalam menangani masalah tekanan kehidupan. Dalam kajian yang dijalankan dalam makmal di Korea, Rusia, Bulgaria, Amerika Utara dan London yang menggunakan tikus sebagai eksperimen, menunjukkan tikus di bawah tekanan akan menjadi lebih lengah jika diberi dos ginseng yang ditetapkan. Buku yang berjudul "Ginseng, The Magical Herb of the East" yang dikarang oleh Stephen Fulder, menyatakan pengambilan ginseng membolehkan seseorang di bawah tekanan kembali kepada normal dengan lebih cepat. Adalah menjadi tradisi bagi askar China membawa bersama ginseng ke perang yang bertujuan meningkatkan kecergasan dan meringankan tekanan mereka. Pengkaji China dan Korea mendapati bahawa ginseng meninggalkan kesan positif kepada kelenjar adrena dan aktiviti minda.

TENAGA, KECERGASAN DAN DAYA KETAHANAN

Pada tahun 1980-an, segolongan pengkaji dari Universiti California mendapati bahawa ginseng dapat meningkatkan keefisenan penghasilan tenaga dalam badan. Ketika haiwan melakukan kegiatan kecergasan seperti bersenam. Ginseng membekalkan lebih banyak tenaga dan ini dapat meningkatkan tahap pencapaian seseorang itu.

Selain itu, didapati ginseng menstabilkan kadar metabolisme badan dengan menggalakkan pencernaan makanan, penghasilan tenaga dari makanan tercerna dan menyingkirkan toksik dalam tubuh manusia. Kandungan ginsenosides dalam ginseng mungkin memanfaatkan sistem sarafdalam tubuh manusia dengan mengalirkan lebih banyak darah ke otak dan mengaktifkan neuron tranmister di otak.

KARDIOVASKULAR

Ginseng dibuktikan memberi kesan positif kepada sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat. Menurut Fulder, orang Cina menggunakan ginseng sebagai salah satu cara tindakan kecermasan untuk menstabilkan tekanan darah selepas diserang penyakit sakit jantung secara tiba-tiba. Doktor-doktor Rusia dan Jerman pula berpendapat ginseng berkesan merendahkan tekanan darah tinggi. Selain itu, terdapat beberapa kajian yang menyatakan ginseng dapat merendahkan paras kelosterol dalam badan. Walaupun ginseng bukan merupakan agen perendah kelosterol tetapi disebab ginseng boleh menwujudkan sistem metabolisme yang lebih baik dan sihat yang seterusnya merendahkan aras kelosterol di dalam tubuh manusia. Oleh sebab, American ginseng yang bersifat Yin maka dipercayai lebih berkesan berbanding dengan Asiatia ginseng dalam tujuan ini. Menurut kajian yang dijalankan oleh pengkaji di Universiti Wisconsin, American ginseng didapati merupakan bahan-bahan yang paling berjaya untuk merendahkan kadar kelosterol dalam badan haiwan.

MENGUATKAN SISTEM KEIMUNAN

Fulder menjalankan satu eksperimen dengan memberikan sekumpulan haiwan makan ginseng lalu menjangkiti haiwan tersebut dengan bakteria yang boleh menyebabkan penykit. Keputusannya haiwan tersebut kekal sihat. Di Jepun, pengkaji mendapati bahawa ginseng dapat menguatkan sistem keimunan dengan mengukuhkan daya ketahanan sel darah putih yang bertindak sebagai pengawai keselamatan dan antibodi yang bertindak sebagai senjata untuk melawan sebarang mikroorganisma yang menyerang badan kita. Ginseng memperbanyakan sel darah putih dengan merangsang proses penghasilan sel darah putih di sumsum tulang.

MERAWATI KANSER

Didapati ginseng mampu melindungi badan kita dari kesan sampingan dadah dan terapi radioaktif dalam proses mengubati penyakit kanser (sinaran radioaktif digunakan untuk membunuh sel kanser). Pengkaji-pengkaji Korea dan Rusia menunjukkan pesakit yang memakan dos ginseng yang ditetapkan berkemampuan menahan peningkatan penggunaan dadah anti kanser. Ahli-ahli sains menjalankan satu eksperimen seperti berikut:

Tikus yang diberi ginseng berjaya merendahkan paras klorohidrat, ubat pelali dan alkahol dalam badannya. Ahli sains juga mendapati bahawa tikus tersebut menyumbuh dengan lebih pantas dan apabila dipancar dengan sinaran-X, daya resisten bertambah dua kali ganda. Selain itu, tikus tersebut lebih bercenderungan untuk hidup selepas disuntikkan dengan racun, bakreria dan dadah anti-kanser.

DIABETES

Oleh sebab ginseng berkesan mewujudkan satu sistem metabolisme yang sihat dan bersih, maka ianya dapat mengubati penyakit diabetes. Diabetes ialah ketidakseimbang paras gula di dalam darah. Ginseng boleh meningkatkan paras glukosa dalam darah jika badan kekurangan glukosa akibat suntikan hormon insulin yang berlebihan. Sebaliknya jika aras glokosa dalam tubuh haiwan meningkat dengan mendadak ginseng boleh merendahkannya. Inilah fungsi ginseng sebagai penyimbang aras glukosa dalam badan. Walau bagaimanapun, perlu dijelaskan bahawa ginseng hanya berperanan sebagai pembantu ubat dan bukannya pengganti ubat.


MENAMBAH KEHARMONIAN SUAMI-ISTERI

Ginseng telah dibuktikan berjaya meningkatkan potensi seksual lelaki. Pengkaji mendapati ginseng mengandungi kandungan-kandungan tertentu yang merangsangkan keaktifan hormon seks bertambah dan ini sekali gus menambahkan kekuatan lelaki dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai suami. Di Rusia, doktor mendapati bahawa ginseng dapat mengubati pesakit yang menderita akibat masalah kemanduran. Di samping itu, ginseng juga berkesan kepada kaum wanita dengan memantapkan kitaran haid mereka iaitu tetap pada masanya.

PENUAAN

Ginseng melambatkan proses penuaan yang umum dengan menjanakan proses pengliran darah yang sihat. Ginseng mencegah penyakit kardiovaskular dan juga berkesan meringankan keletihan. Maka, ginseng boleh dikatakan sebagai perangsang yang selamat dan boleh digunakan secara berterusan. Di negara China purba iaitu seawal dinasti Shang, penduduk pada masa itu telah tahu menggunakan ginseng untuk mengurangkan kesakitan pada sendi atau dikenali sebagai arthritis.

PANDANAGAN AHLI NUTRISI TERHADAP GINSENG

Ahli nutrisi Almanac berpendapat ginseng dapat menguatkan saraf dan jantung. Selain itu, ginseng boleh membina badan yang sihat dari segi mental dan fizikal serta meninggikan keupayaan daya ketahanan atau resisten badan dengan mengkuatkan dan mengiatkan kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin merupakan organ penting yang mengawal proses fisiologi badan manusia termasuk metabolisme vatamin dan mineral.

Laporan pengkaji Soviet menyatakan ginseng boleh menormalkan tekanan di salur arteri dan ini berkesan dalam mengubati hipertensi dan hipotensi.

Terdapat sesetengah pakar barat pula tidak percaya terhadap fungsi ginseng kerana tidak terdapat bukti yang sainstifik untuk menunjukkan fungsi ginseng. Bagi mereka ginseng setakat boleh membekalkan tenaga lebihan kepada manusia dan tiada nilai perubatan.

Kesimpulannya, kita tidak dapat menentukan mana-mana piihak yang betul pada masa kini tetapi apa yang dipastikan ginseng memainkan peranan siokologi untuk mengubati pelbagai penyakit bagi mereka yang percaya terhadap fungsi ginseng.


RUJUKAN

1. Encyclopaedia Britannica CD 99

2. Zhang Jingwei, The Alpine Plants of China, Gordon and Breach, Science Publisher, Inc, New York.

3. http//www.alaskan.com/ginseng/ginseng-benefits.htm#top

4. http//www.ginseng.ca/giozool.htm

5. http//www.spritoftheforest.com/ginseng.htm

Kemasan Sigaret Kretek Beras Tuton yang masih baru




ini gambar yang didapat dari web tsb di atas..

gambar dari scan udah lusuh siy jadi biar kelihatan lbh bgs aj.. hwhw

ditemukan...

Ini lagi cari2 data mengenai sigaret roko beras tuton, ditemukan profile dari pengusaha pendiri pabrik rokok Pusaka Hidup, pembuat rokok beras tuton ini..

kalau ada yang mau lihat ini webnya..
cuma sedikit siy isinya, tapi cukup menambah informasi yang jelas..

http://www.pdat.co.id/hg/apasiapa/html/S/ads,20030626-33,S.html

Atau bisa dilihat datanya di bawah ini..

Nama :
SLAMET SAROJO

Lahir :
Solo, Jawa Tengah, 21 November 1930

Agama :
Islam

Pendidikan :
- HIS, Wonogiri (1942)
- Taman Siswa, Mojokerto
- SMPN, Solo (1945)
- SMA, Semarang (1951)
- Akademi Kepolisian, Sukabumi (1965)

Karir :
- Tentara Pelajar Brigade 17, Kompi I Detasemen II (1945) Kepolisian terakhir berpangkat inspektur polisi (1951)
- Dirut PT Eka Djaya (1959)
- Dirut Dwima Group Holding Company, meliputi a.l.: w PT Dwimajaya Utama w Perkayuan w PT Bahana Utama Lines

Alamat Rumah :
Jalan Metro, Pondok Indah 35, Jakarta Selatan Telp: 764432

Alamat Kantor :
Wisma Antara, Medan Merdeka 17, Jakarta Pusat Telp: 343075


SLAMET SAROJO


''Berdagang itu tidak sulit,'' kata Slamet Sarojo, pemimpin berbagai perusahaan. Barangkali ia hanya berseloroh. Keberhasilan usahanya sendiri, ternyata, ditopang keuletan dan kerja keras. Dimulai sebagai agen rokok kretek Tuton Tapen, di Semarang, ia kemudian mendirikan pabrik sirlak. Sementara itu, ia juga mengageni minyak tanah, sambil memborong besi tua.

Kisah dagangnya memang tidak terlepas dari seorang pengusaha rokok kretek Tuton Tapen, Liem Giat Thiem. Slamet pernah menanam budi dengan menggagalkan perampokan di pabrik milik orang kaya dari Semarang itu. Tidak hanya memberikan modal, pengusaha itu kemudian juga mengajarkan manajemen pada Slamet.

Tetapi, sejak kecil ia memang terbiasa bekerja keras. Untuk bisa sekolah, misalnya, ia terpaksa ngenger: setiap hari bangun pukul empat pagi dan mengerjakan apa saja perintah ndoro-nya. ''Kesempatan ngenger saya gunakan untuk survive, bukan untuk mati,'' katanya kemudian. Hal berharga yang diperolehnya dari perjalanan hidupnya itu, ''Sampai sekarang saya tidak pernah merasa sulit menghadapi persoalan apa pun.''

Pada masa menjelang Kemerdekaan, Slamet -- yang juga dikenal dengan beberapa panggilan seperti: Dongklang, Karjo, dan Slamet Kusir -- masuk Tentara Pelajar (TP). Pangkatnya ketika itu sersan. Sempat belajar di Akademi Kepolisian, Sukabumi, ia terakhirnya berpangkat inspektur. Didorong keinginan hidup lebih layak, anak bungsu mantri kehutanan ini memilih keluar dari kepolisian.

Dwima Group merupakan induk berbagai cabang dan macam usahanya. Slamet bertindak sebagai direktur utama. PT Bahana Utama Lines -- armada pengangkut kayu gelondongan dan cargo umum -- miliknya, kini mengoperasikan sembilan kapal dengan bobot mati 70 ribu ton. Pernah bekerja sama dalam bisnis perkayuan dengan sebuah perusahaan Taiwan, 1969.

Dari pernikahannya dengan Aminah Lubis, ia dikaruniai tujuh anak. Di tengah kesibukannya sehari-hari, Slamet selalu menyempatkan diri bermain catur dan berenang. Ia juga betah berkemah berhari-hari di tengah hutan.

Kemasan Sigaret Kretek Beras Tuton






Nama Produk : Sigaret Kretek Beras Tuton
Nama Produsen : Pabrik Rokok PUSAKA HIDUP
Alamat Produk : Semarang
Jenis Produk : Rokok
Jenis Rancangan : Kemasan

Lembaga berwenang : -
No Merk Dagang : 37618. 39111. 38120

Visual yang tampak : Background garis2 bergelombang warna merah, 2 wanita Indonesia (dilihat dari kebayanya) yang sedang menumbuk padi dan menampi, Tampian dan keranjang anyaman, ani2, font beragam dari font serif dan sanserif serta kaligrafi, bagian belakang gambar pabrik.

Budaya yang mempengaruhi : Indonesia, Barat(jelasnya belum diketahui)

Ekspresionistik : Kami agak kebingungan dengan penafsiran yg satu ini.. belum dapat data tentang beras tuton dengan detil.. dari namany beras tuton mungkin merupakan jenis beras dengan kualitas baik pada masa itu.. gambar wanita itu mungkin ingin menyampaikan bahwa produk ini khas indonesia, menggambarkan situasi pekerja wanita yg mengurus kegiatan pertanian saat itu. dari pencarian data tuton itu merupakan jenis rumput yang mengganggu, kaitannya mengapa diberi nama beras Tuton belum diketahui pasti. tapi sudah ditemukan pengusaha yang mendirikan pabrik pembuatan rokok ini.. so ditunggu y data selengkapnya.. Untuk gambar pabrik di belakangnya mungkin si pengusaha ingin memperlihatkan gambaran pabrik perusahaan tempat produksi rorok ini.  
Instrumentalistik : dari pengamatan kami terlihat adanya percampuran dua budaya Indonesia dengan Barat. Pemakaian bahasa asing DeLux dan sigaret mungkin merupakan percampuran budaya Belanda atau Inggris. dilihat juga dari warna kemasan dengan pilihan warna merah putih dan biru, seperti warna kebangsaan Belanda, tapi itu baru penafsiran sementara. Sigaret / rokok juga terkenal di luar sana dan karena budaya di Indonesia saat itu sudah bercampur maka masuklah  jenis sigaret dan dimodifikasi dengan budaya di rokok di Indonesia.

Kamis, 04 Oktober 2007

Arti bunga Teratai

Kelompok kami berusaha mencari arti bunga Teratai yang berada dalam kemasan Aladina. Dalam kemasan dapat dilihat bahwa Budha duduk diatas sebuah teratai. Hal ini mengandung banyak makna. Kenapa harus teratai dan bukan bunga yang harum atau bunga yang lebih elok lainnya? Semuanya akan kami coba paparkan dengan menggabungkan dan menghubungkan data berdasarkan beberapa sumber yang peroleh. Berikut bahasan yang sudah kami rangkum:


Bunga teratai memperingatkan kita akan Buddha. Akar teratai yang tumbuh di dalam lumpur tetapi bunganya berkembang dengan cantik di bawah matahari. Daun teratai tidak basah kalau kena air. Jika kita tuangkan sedikit air ke atas daun teratai, air akan mengalir turun. Begitulah jika kita mengamalkan Ajaran Buddha, kejahatan akan lari dari kita seperti air mengalir turun dari daun teratai.

Bunga teratai mempunyai benih walupun ia masih berbunga lain. Ini bermaksud kita mempunyai BENIH BUDDHA dalam kita. Kita semua boleh menjadi Buddha sekiranya kita mengikuti Ajaran Buddha.

Kesayangan Para Dewa TERATAI, LOTUS atau PADMA dalam beberapa literatur arkeologi disebut sebagai bunga kesayangan para DEWA. Arca para dewa sering menggambarkan "sang Dewa" sedang duduk sambil memegang bunga TERATAI TERATAI menrupakan bunga yang hanya layak dipersembahkan kepada Sang Penguasa Tertinggi yang menciptakan dan menguasai dunia seisinya: Tuhan Yang Maha Esa. Mengapa TERATAI bukan bunga lain yang lebih indah atau lebih harum yang dipilih? Rupanya apa yang yang tersirat di dalam lambang bunga TERATAI, sarat akan arti dan falsafah hidup yang dalam.

Hanya Dari Lumpur Walaupun TERATAI hidup berakar dari "lumpur", dimana benih TERATAI disebarkan, dengan siraman hujan yang walaupun hanya sekejap, kuncup akan tumbuh dan berkembang, mempersembahkan kepada alam semesta raya, kelopak bunga elok penuh keagungan.

Penuh Pesona TERATAI memang bukan bunga yang harum semerbak, tetapi keberadaannya mampu membuat orang menoleh dan memperhatikannya. Tak peduli dia hidup di kolam gedung megah atau di kubangan lumpur belantara, tetaplah mereka akan memberi kesan mendalam bagi yang melihatnya. TERATAI juga merupakan bunga yang tak pernah "mati" saat kemarau melingkupi bumi, dia tetap hidup dalam umbinya, terpuruk dalam tanah kering kerontang. Tetapi begitu hujan datang, kuncup bunga akan segera mekar ditengah hijau dedaunan.

Penuh Manfaat TERATAI bukan hanya elok di pandang dan dinikmati, tapi setiap bagian dari tumbuhan ini sangat berguna bagi siapapun. Bunganya sangat elok menjadi kesayangan dan persembahan terpilih bagi para penguasa; daunnya yang lebar jadi tempat bernaung dan berlindung bagi mahluk disekitar alam hidupnya; akar umbi, dan bijinya dipercaya sebagai obat penyembuh bagi si sakit.

Bunga teratai dipilih sebagai symbol yang tepat menggambarkan kesucian dan keagungan Hyang Widhi (Tuhan) karena memenuhi unsur-unsur :

  1. Helai daun bunganya berjumlah delapan sesuai dengan jumlah manifestasi Hyang Widhi di arah delapan penjuru mata angin sebagai kedudukan Horizontal : Timur (Purwa) sebagai Iswara, Tenggara (Agneya) sebagai Maheswara, Selatan (Daksina) sebagai Brahma, Barat Daya (Nairiti) sebagai Rudra, Barat (Pascima) sebagai Mahadewa, Barat Laut (Wayabya) sebagai Sangkara, Utara (Uttara) sebagai Wisnu, Timur Laut (Airsanya) sebagai Sambhu.
  2. Puncak mahkota berupa sari bunga yang menggambarkan symbol kedudukan Hyang Widhi secara vertikal dalam manifestasi sebagai : Siwa (adasthasana/dasar), Sadasiwa (madyasana/tengah) dan Paramasiwa (agrasana/puncak).
  3. Bunga teratai hidup di tiga alam yaitu tanah/lumpur disebut pertiwi, air disebut apah, dan udara disebut akasa. Bunga teratai merupakan sarana utama dalam upacara-upacara Panca Yadnya dan juga digunakan oleh Pandita-Pandita ketika melakukan surya sewana (pemujaan Matahari).

Bunga teratai melambangkan beberapa hal, antara lain : 1. bunga teratai tumbuh di tepi air yang keruh yang berarti dhamma tetap ada dalm kondisi dan waktu apapun. 2. melambangkan 7 langkah Pangeran Siddharta ketika dilahirkan.

Pending...

di pending dulu yah posting selanjutnya..
nanti malam baru akan diposting lagi semua data kemasannya..
serta tambahan data lainnya..

TengQ

Kemasan Batik Tulis Solo Manis





Nama Produk : BATIK TULIS SOLO MANIS
Nama Produsen : -
Alamat Produk : SOLO
Jenis Produk : Sandang
Jenis Rancangan : Kemasan

Lembaga berwenang : -
No Merk Dagang :260599

Visual yang tampak: Frame berupa ukiran dari solo, mahkota tipe dari barat dengan huruf M, serta nama brand itu sendiri Manis. 

Budaya yang mempengaruhi : Indonesia, Barat(detilnya kurang jelas)

Ekspresionistik :Merupakan label dengan khas budaya Indonesia tepatnya Solo dengan warna tradisional dan dipengaruhi budaya barat dengan adanya gambar mahkota raja versi barat memberi kesan bahwa produk merupakan yg tertinggi, pemimpin,hebat, berkualitas.

Instrumentalistik : Adanya percampuran budaya Indonesia dengan barat mungkin karena masyarakat Indonesia yang lama dijajah bangsa barat dan percampuran masa itu, serta trend masa itu yang melihat bahwa budaya asing juga bisa menjual dan terlihat lebih ternama.

Kemasan Aladina







Nama Produk       : ALADINA STRONG TONIC CAPS
Nama Produsen   : PT SINAR EFFENDI MURNI
Alamat Produk    : Sukabumi
Jenis Produk        : Obat- obatan
Jenis Rancangan  : Kemasan

Lembaga berwenang  : Departemen Kesehatan RI
No Daftar Legal           : NO. DEPKES. RI. TR 881337981
No  Merk Dagang        : 178560,249188

Visual yang tampak : Buddha Cina, Ginseng, Lampu Aladin, Gorila, bagian belakangnya Lebah, sarang lebah, tumbuh2an, font yang digunakan huruf Mandarin dan jenis san serif seperti Arial / heveltika.

Budaya yang mempengaruhi : Indonesia, Cina, dan Timur Tengah

Dari penafsiran ekspresionistik kemasan aladina ini terlihat bahwa Obat Aladina ini ingin memperlihatkan kesan bahwa obat ini benar-benar berkhasiat dilihat dari adanya gambar ginseng, Buddha dan Gorila yang merupakan simbol2 dari kekuatan, terkenal karena kehebatannya.

Penafsiran Instrumentalistiknya Menunjukkan adanya interaksi dari ke 3 budaya pada masa itu yaitu Indonesia, Cina dan Timur Tengah. Ketiga budaya tsb merupakan budaya yang sedang berkembang dan paling banyak masyarakatnya di daerah itu. Masuknya jenis Obat yang berasal dari Cina ini juga merupakan indikasi bahwa ramuan obat2an dari Cina sudah terkenal pula khasiatnya di Indonesia serta bangsa Timur Tengah yang mengindikasikan tentang kekuatan, bangsa Arab, terkenal akan vitalitas sekxnya yang besar.

Template


Posting kali ini kami memasukkan bukaan semua packaging yang ada pada kelompok kami.
Bukaan ini berguna untuk melihat berapa ukuran asli suatu packaging, sehingga teman-teman yang lain juga dapat melihat bukaan packaging kelompok lain. Mungkin saja dapat berguna bagi temen-temen yang lain.

come back...

Hello..
setelah UTS berkahir baru bisa sekarang mengisi blog lagi...
maaf benar2 sibuk sekali..
nanti akan kami lengkapi data2 tentang kemasan dan ukuran serta bukaannya serta analisis singkat dari kemasan2 lainnya..

ditunggu yah...

Minggu, 16 September 2007

Tiga Budaya...

Posting baru lagi nih… Akhirna stelah sekian lama sempet juga ke warnet… jadi br bias posting lg dr kmrn2 bisna di rmh ga OL si … ok enough ‘bout that..

Posting kali ini akan coba membahas tentang perpaduan budaya yang terdapat dalam label kemasan Aldina itu. Dari tampak depan kemasannya dapat kita lihat adanya perpaduan dari tiga budaya yaitu, Indonesia, budaya Tiong Hoa, dan pengaruh budaya Timur Tengah. Kita bisa melihat pengaruh Budaya Timur Tengah dari adanya gambar lampu aladin dan ama Aladina. Sedangkan pengaruh budaya Tiong Hoa terlihat pada adanyaa gambar Buddha, Ginseng, dan huruf-huruf mandarin. Sedangkan Untuk budaya Indonesianya sendiri terlihat [ada gaya tulisan Jamu di sudut kanan atas.
Untuk bisa sedikit memahami hal ini saya akan mencoba menceritakan sedikit sejarah yang terjadi di Indonesia.

Sejak Indonesia merdeka, Indonesia mulai terbuka dengan dunia luar. Banyak pedagang dari mancanegara yang masuk ke Indonesia, baik dari China maupun Timur Tengah (khususnya Arab). Ketika tiba di Indonesia para pedagang ini bukan hanya berdaganga tapi juga sekaligus membawa kebudayaan mereka masuk ke dalam kehidupan Indonesia apalagi setelah itu banyak juga dari mereka yang menetap di Indonesia.

Oleh karena itu kita akan menemukan adanya sebuah perkampungan orang-orang Arab di Jakarta misalnya ada yang di sbut Arab awab (di daerah Jakarta Timur), dan Arab krukut (di daerah Jakarta Barat). Kehidupan mereka berjalan selaras dan harmonis baik dengan warga pribumi sendiri maupun dengan sesame warga pendatang lainnya seperti masyarakat Tiong Hoa. Hal ini sudah berlangsung sejak dari dulu (saya saja tahu cerita ini dari mama saya, yang diceritain sama nenek saya lagi). Jadi bukanlah hal yang janggal jika kemasan ini terdiri dari beberapa budaya sekaligus.

Bahkan sebelum berhubungan baik di Indonesia, orang-orang China telah lebih dulu menjalin hubungan baik dengan orang-orang Arab. Seperti yang kita tahu China adalah yang pertama kali menemukan kertas dan teknik cetak, selain itu kemajuannya di bidang astronomi telah jauh lebih unggul pada masanya. Jadi, ketika itu orang orang China mengadakan perjalanan ke Timur Tengah akhirnya tiba di Arab, di sana mereka saling bertukar kebudayaan. Arab mempelajari teknik cetak china untuk menyalin ayat-ayat kitab suci mereka ke atas kertas agar lebih mudah penyimpanannya dan juga lebih awet (sebelumnya mereka menulisnya di atas kulit kayu atau kulit hewan), sedangkan bangsa China juga jadi mengenal kebudayaan Islam yang ada di Arab. JAdi ketika mereka bertmu lagi saat berdagang di Indonesia hubungan keduanya cukup baik terjalin.

Dari sinilah saya mengira … si pembuat kemasan ini atau mungkin juga pemilik pabriknya ini ingin menunjukkan bahwa obat ini bisa digunakan oleh siapa saja, bukan khusus untuk orang-2 Tiong Hoa saja atau untuk orang Arab saja, atau untuk orang Indonesia saja. Dari hal ini terlihat bahwa si pembuat kemasan ini dan juga mungkin si pemilik pabriknya ini telah memperhatiakan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sehingga ia membuat produknya agar bisa diterima semua kalangan.


sekian dulu d ya... tdna mw crt ttg ginseng juga tapi nana uda post y ud.. kita sambung lagi ntar...

tenkyu for reading this..

Resha Livia (~.')d

Sabtu, 15 September 2007

It's me....

Y ampyun...
lupa bilang lowh..
yg tulis blog 2 di bawah "Ginseng" n "Tanya g yah....?" itu adalah gw...

CHRISNA (O^~^O)

Udah d, cm m bilang gtu aza..
hehe
TengQ

Tanya ga yah.......???

Helow2...
ini gw  lagi...

Aduh2..
gmn yah ngomongny..

gini lowh, tadi siang niy...
gw sempet pergi k sinshe sekalian berobat siy..
nah di tempat sinshenya ituh juga sekaligus toko obat Cina..

Memang sebelumnya ada niatan buat tanya2 soal jamu Aladina ini...
cuma berhubung produk ini merupakan "obat kuat", jadi gimana gituh y m tanyanya juga...
ada nyokap lagi..jadi g enak jg mau tanya2...
Alhasil g jadi nanya2 deh..
huhu

Tapi gw g diem ajah...
sambil nunggu di situ, sambil liat2 juga produk2 yg dipajang di lemari kaca yg ada di situ..
penelitian kecil2an deh..

setelah dilihat2, obat cina kayanya 100% deh pake huruf mandarin ( apa gw yg telat yah tauny, huhu)...
selain itu g tau itu produk yg udah dr lama udah ada sampai sekarang atau memang obat baru gambar2 yg dipakai juga banyak yang menggunakan gambar seperti Budha, Dewi Kwam In, orang tua, ataupun orang2 yang teridentifikasi sebagai orang cina(pakaian dan wajah), selain itu gambar yg digunakan ada juga seperti tumbuhan obat2an yg berkhasiat dari produk obat tersebut seperti ginseng ini, ada juga yg polos hanya terdiri dari tulisan saja, bentuk2 geometris.

Di luar itu saya juga mengamati ada beberapa produk yang desain packagingnya sudah terlihat lebih modern ( saya ngga foto, maap.. ), itu terlihat dari pilihan warna, bahan packaging, serta teknik cetaknya yang terlihat rapih dan tidak flat seperti adanya emboss dan adanya stiker sebagai segel terutama stikernya hologram. mungkin lain waktu saya coba foto beberapa produknya..

hmmm...
segitu dulu x y survey gw, uda dini hari, saya mau lanjutin tgs DKV, bsk mau di ACC soale, huhu..
oc d..
nitez..
c u next posting..

Ginseng

Helowwww...
Y ampyun ini posting personal gw yg pertama ( ada siy posting pertamanya lagi tapi rame2 ber3 ama Echa n Diana) huhu..

Harap dimaklumi karena tgs yg lain juga belum bisa ditinggal n ada kedongdongan gw dr dulu, g bisa sign in karena g pake @yahoo.com di nama sign innya, huik jadi damdam deh..
Merasa dibuli buli jadiny m blogger huhu (kyny gwny yg dongdong yah.. hehe)

udah2, sekarang m posting info ttg GINSENG...
ini menyangkut kaitannya dengan dipakainya ginseng dalam produk jamu Aladina ini..
ini dikutip/disadur(?) dari web yg isa dipercaya....
ok qta coba aja baca infonya d bawah ini..

Ginseng identik sebagai ‘obat kuat dan panjang umur’, ginseng sudah dikenal oleh bangsa China sejak ribuan tahun lalu. Ginseng sering digunakan sebagai ramuan penambah energi, terutama bagi orang lanjut usia.


Ada beberapa jenis ginseng yang dikenal selama ini.

Ginseng paling mahal dan tinggi kualitasnya adalah ginseng liar yang berasal dan Manchuria. Kebanyakan ginseng yang beredar di pasar adalah hasil budidaya, yaitu: Panax ginseng (ginseng China/Korea/Oriental) - ginseng paling populer di pasaran; Panax quinquefolius (ginseng Amerika) - dibudidayakan di Amerika untuk ekspor ke China, khasiatnya masih di bawah ginseng China; Panax notoginseng (Pseudoginseng/ginseng san qi) - banyak digunakan sebagai pereda sakit dan pendarahan; dan Eleutherococcus senticosus (ginseng Siberia) yang khasiatnya menandingi ginseng China.

Bagian tanaman yang mengandung zat aktif dan umum digunakan adalah akar. Selain zat aktif ginsenosides (ginseng Panax) atau eleutherosides (ginseng Siberia), ginseng juga mengandung minyak, sterol, pati, gula, pektin, vitamin B1, B2, dan B12, kolin, lemak, dan mineral (termasuk seng, tembaga, magnesium, kalsium, besi, mangan, dan vanadium).
Akar ginseng China dijual dalam dua variasi: ginseng putih dan ginseng merah. Ginseng putih berupa akar ginseng kering. Sedangkan ginseng merah (kebanyakan dan Korea) adalah akar ginseng yang dikukus dahulu baru dikeringkan. Proses pengukusan menyebabkan warna akar menjadi kemerahan. Yang merah konon memberi efek lebih hangat/panas (yang) pada tubuh dibandingkan yang putih. Akar ginseng biasanya diminum seperti seduhan teh, atau dalam bentuk kapsul. Belakangan juga banyak diolah dalam bentuk pasta atau tepung untuk minuman larutan.

Riset

Peran ginseng pada sistim reproduksi pria ternyata bukan sekedar mitos. Sejumlah penelitian pada hewan mengindikasikan adanya peningkatan kadar testosteron dan produksi sperma.
Sejumlah penelitian di Korea telah membuktikan bahwa risiko penyebaran kanker pada mereka yang mengkonsumsi ginseng Panax hanya setengah dan jumlah mereka yang tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Manfaat

Zat-zat aktif pada ginseng membantu proses penyembuhan dengan cara merangsang pembentukan antibodi tertentu. Zat-zat ini turut melancarkan pembentukan hormon dan sperma dengan cara melebarkan saluran pembuluh darah pada alat reproduksi pria.
Ginseng juga dapat digunakan untuk mengatasi Ielah berkepanjangan (fatigue) dan efek samping stres pada tubuh, serta mengembalikan vitalitas setelah sakit lama. Menurut ahli-ahli tanaman obat China, ginseng China lebih cocok untuk sistim hormon laki-laki dan ginseng Siberia untuk perempuan, terutama yang siklus haidnya sering tidak teratur. Ginseng Amerika yang bersifat dingin (Yin) lebih sering digunakan sebagai tonik dan untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan.

Dosis

Untuk pemakaian umum 100 - 250 mg ekstrak ginseng China atau 300 -400 mg ginseng Siberia, satu sampai dua kali sehari. Sedangkan untuk menjaga stamina pada saat stres atau selama masa penyembuhan dan sakit, gunakan dosis yang sama dua kali sehari. Begitu juga untuk masalah impoten dan infertilitas pada laki-laki.
Asupan sebaiknya dimulai dengan dosis kecil dulu dan secara bertahap ditingkatkan sampai dosis yang dianjurkan. Batas pemakaian adalah 500 mg sehari. Ginseng sebaiknya tidak dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang. Paling banyak tiga atau empat kali dalam setahun, selama satu sampai dua minggu saja.

Efek Samping

Ginseng tidak akan menimbulkan masalah jika dikonsumsi dengan cara yang benar. Pemakaian berlebihan dilaporkan dapat menimbulkan gangguan emosi, gangguan tidur, tekanan darah naik, sakit kepala dan sakit perut/diare. Untuk mengatasi efek tak nyaman tersebut dengan mengurangi dosisnya.
Kelebihan dosis, khususnya ginseng China yang bersifat stimulan, akan meningkatkan aktivitas hormon estrogen secara berlebihan yang dapat merangsang tumbuhnya tumor payudara dan menyebabkan pendarahan haid hebat. Kombinasi ginseng China dengan zat-zat bersifat stimulan lainnya (seperti teh, kopi atau minuman cola) juga dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

PERINGATAN:

P. ginseng dan P. notoginseng tidak boleh dikonsumsi:
Penderita hipertensi dan mereka yang denyut jantung tidak beraturan
Penderita radang akut (TBC, bronkitis)
Wanita hamil
Jika sedang mengkonsumsi obatobat anti depresi
Bersama teh, kopi dan minuman cola.

Nah itu kira2 info yg gw dapet, jadi dalam produk ini qta bisa tau kenapa ginseng yg dipakai n ada sangkutannya dengan kebudayaan Cina.
Mungkin nanti bisa dicari info yg lebih lengkap lagi..
atau ada yg tau ttg ginseng lebih byk boleh kabar2i kelompok kami ini..
Oc..
Segini dulu..
Nantikan posting selanjutny...

Sejarah Jamu

Setelah seharian berkutat di depan komputer mengerjakan tugas-tugas, liat2 friendster, cari2 gambar buat AV, akhirnya jadwal hari ini adalah memposting blog buat menguatkan data mengenai produk kemasan jamu yang kelompok kita bahas.
Walau badan sudah letih, pinggang udah encok, rambut udah berantakan ga jelas, dan mata sudah lelah, tetapi harus tetap melaksanakan tugas dengan penuh senyum dan sukacita ^^

Ok de, saya akan mulai pembahasannya. HITUNG MUNDUR BERSAMA DENGAN MENGGUNAKAN SUARA YA!!!!!!
5....4....3.... Loh, kok ga bersuara sih???? Ayo bersuara dong!!! Mulai lagi ya, tapi HARUS BERSUARA. OK.

5.....4.....3.....2.....1...... Tetttttttttttttttttttttttttttt


Jamu adalah sebuatan orang Jawa terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia. Maka dari itu, kalau orang menyebutkan kata "jamu", hal yang pertama terlintas di otak pastilah kata tradisional. Hal ini sih wajar-wajar aja karena menurut data yang saya dapatkan, jamu tuh udah dikenal di Indonesia berabad-abad tahun yang lalu sebelum farmakologi moderen masuk ke Indonesia. Sekarang pun mungkin masih banyak racikan jamu yang udah berumur ratusan tahun karena resep racikannya diberikan turun temurun. Hmmm........ kaya racikan wasiat dong ya.

Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan tradisi meracik dan meminum jamu ini muncul. Tetapi diyakini kalo tradisi ini udah berjalan bahkan membudaya pada periode kerajaan Hindu-Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Madhawapura dari zaman Majapahit yang menyebutkan adanya suatu profesi "Tukang Meracik Jamu" yang disebut juga Acaraki.
Tradisi tersebut terus dikembangkan di Keraton Yogya dan Solo. Bahkan sampai permulaan abad XX tradisi tersebut masih menjadi sesuatu yang eksklusif. (Ga kebayang dulunya jamu begitu rahasia dan menjadi barang yang eksklusif, sedangkan sekarang jamu udah menjamur dimana-mana, bahkan dari jamu yang dikemas dan siap dikonsumsi sampai dengan jamu gendong yang dibawa keliling oleh mbok jamu yang ga kenal lelah bawa bakul jamu yang berisi botol-bolol jamu yang pastinya berat banget...... Salut deh sama mbok jamu!!!).

Racikan jamu yang tadinya hanya di kalangan
tertentu saja. Sampai akhirnya Tan Swan Nio dan Siem Tjiong Nio memassalkannya dengan mendirikan Djamoe Industrie en Chemicalien Handel "IBOE" Tjap 2 Njonja pada tahun 1910 di Surabaya. Sejak saat itu, sejarah jamu dimulai.

Bentuk Jamu
Ada beberapa bentuk formula jamu yang siap pakai. Bentuk bubuk/powder merupakan bentuk yang paling umum. Namun adanya perkembangan teknologi membuat bentuk Jamu tidak terkesan tradisonal lagi. Banyak produsen jamu yang sudah mencetaknya dalam bentuk, pil, kapsul, kaplet, maupun cair. (Zaman ud keren bo........, dulu mah jamu buatnya sampe nangis, tangan kapalan karena kebanyakan gerus tanaman obat serta kulit kayu, dan butuh pengetahuan ttg obat2an. Sekarang tinggal masukin aja bahan2nya ke dalam mesin, trus tinggal aja bentar, tiba2 TING..... jamunya udah jadi. Bentuk apa pun ada, mau kapsul, bubuk, bahkan cair sekalipun).

Perbedaan Jamu dengan Obat Modern
Sekarang saya mau bahas ttg perbedaan jamu dan obat2an moderen zaman ini. Perbedaan yang paling mencolok antara jamu dengan obat modern terletak dari bahan pembuatnya. Jamu menggunakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang langsung diambil dari alam. Sedangkan Obat moderen dihasilkan dari senyawa bahan-bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, tingkat efek samping jamu relatif sangat minim dibanding dengan obat modern. Jamu merupakan obat alami yang bebas efek samping. Kalau obat moderen mah bisa muncul penyakit baru kalo kelebihan dosis.

Jamu di Negara Lain
Gimana ya perkembangan “Si Jamu” di luar negeri???? Mari kita lihat liputannya ^.^

Pada dasarnya, setiap negara atau wilayah mempunyai tradisi yang serupa dengan tradisi Jamu di Indonesia. Ramuan kesehatan tradisonal dari Negara India, Cina, atau Arab telah terkenal sejak dulu. Tradisi ini juga sudah berlangsung sejak lama. Namun 'Jamu' Indonesia mempunyai keistimewaan tersendiri. Ramuan 'Jamu' Indonesia sangat variatif dan bahan bakunya berkualitas sangat baik. Indonesia merupakan tempat yang sangat subur untuk hidupnya berbagai macam jenis dan varietas tanaman obat-obatan. Banyak tanaman langka untuk keperluan obat-obatan yang tumbuh subur di Indonesia.

Hmmm......... kalian penasaran ttg 1 hal ga sih??? Pas nulis artikel ini yang bagian Jamu di Negara Lain, aku jadi penasaran ttg 1 hal. Kalo di luar negeri kaya di Amerika ada Mbok Jamu ga yach??? Lucu kali ya kalo orang bule jualan jamu gendong. Hahahahahahaha.

Sekian dulu posting ttg jamunya. Kalo ada perkembangan baru, akan saya masukkan lagi. Btw, kalo ada yang mau beri masukkan, ato kritik dan saran, silakan memberitahukan kepada kami ya.... Thanks. Oh ya, ada 1 hal lagi. Terima kasih juga buat Pak Adit yang sudah memberikan masukkan ttg tugas ini, khususnya waktu kita presentasi kemarin. Pak Adit, kalo kita mau nanya2 lagi boleh kan?? ^.^ Terima kasih semuanya......

-Hendra Syanto-